Juru bicara (Jubir) Dewan Masyarakat Adat Doberay, Aristoteles Kambu.
Metro Tanah Papua

Pelantikan FPP yang Didominasi Saireri dan Tabi Diwilayah Adat Doberay Dinilai Tidak Tepat

Bagikan ini:

SORONG,sorongraya.co- Juru bicara (Jubir) Dewan Masyarakat Adat Doberay Aristoteles Kambu menilai bahwa apa yang dilakukan saudara Paul Finsen Mayor dengan melantik Forum Perempuan Papua sangat tidak tepat.

Apalagi mereka yang dilantik didominasi oleh perempuan-perempuan dari Saireri dan Tabi.

” Seharusnya mereka dilantik di Jayapura, Papua karena memang disitulah wilayah adatnya,” kata Aristoteles Kambu, Minggu sore, 21 April 2024.

Aristoteles mengingatkan bahwa Pemerintah Pusat telah membagi habis wilayah adat di tanah Papua.

” Kita disini wilayah ada Doberay yang juga memiliki banyak perempuan-perempuan hebat,” tegasnya.

Bahkan Aristoteles menekankan, sebaiknya Forum Perempuan Papua itu dibentuk di Jayapura, Papua karena memang wilayah adatnya disana.

” Papua Barat Daya punya banyak perempuan hebat yang bisa memerjuangkan kepentingan anak-anak asli Papua,” pungkasnya.

Ia meminta agar saudara Paul Finsen Mayor menghargai tujuh suku yang ada di wilayah Doberay.

” Jangan hanya karena kepentingan sesaat kemudian tidak menghargai kami selaku tujuh adat di wilayah adat Doberay. Kita pun sebaliknya sangat menghargai wilayah adat suku lain,” ujar Aristoteles.

Aristoteles menambahkan, masing-masing dari kita memiliki wilayah adat. Jadi, sebaiknya kita saling menghargai satu sama lain.

Adik kandung dari pejuang pemekaran Provinsi Papua Barat Daya ini mengingatkan bahwa kursi DPRP dan DPRK milik tujuh suku yang ada di wilayah adat Doberay.

Karenanya, Ariatoteles meminta agar Penjabat Gubernur Papua Barat Daya memerhatikan anak-anak asli Papua dari tujuh suku yang ada di wilayah adat Doberay.

” Kami punya hutan, tanah dan air. Kami tidak ambil sedikitpun milik orang lain. Tolong hargai kami,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Aris itu berharap, lembaga adat yang ada juga harus menghargai saudara-saudara nusantara kita.

” Biar bagaimanapun kita inikan hidup di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ucapnya.

Aristoteles berharap, saudara Paul Finsen Mayor bisa menghargai kami 6 suku yang ada di tanah besar Sorong dan satu suku yang ada di Raja Ampat.


Bagikan ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.