Metro Tanah Papua

Lansia 60 Tahun akan Mendapatkan Bantuan 150 Ribu Per Bulan

Bagikan ini:

SORONG,sorongraya.co- Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya (PBD) menggelar rapat persiapan program Perlindungan Hari Tua (PAITUA) yang akan segera diluncurkan pada bulan Agustus 2023. Rapat tersebut berlangsung di Royal Memberamo Hotel, Selasa, 06 Juni 2023.

” Ini merupakan bentuk perhatian pemerintah PBD terhadap situasi kehidupan para lanjut usia (lansia) yang pada umumnya,” jelas Direktur Peanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat Bappenas, Adhi Rachman Prana, Selasa, 06 Juni 2023.

Dikatakannya, mereka tidak memiliki pendapatan yang memadai dan mulai menurun kondisi kesehatannya serta membutuhkan bantuan keluarga. Saat ini jumlahnya cukup banyak, sekitar 24.759 orang berusia di atas 60 tahun.

” Melalui Program PAITUA, lansia 60 tahun ke atas akan menerima dana tunai sebesar Rp 150 ribu per bulan yang bersumber dari APBD Provinsi Papua Barat Daya,” ungkap Direktur PKPM Bappenas, Adhi Rachman Prana.

Adhi Rachman menambahkan, program PAITUA ini sejalan dengan Perpres Nomor 88 Tahun 2021 tentang Strategi Nasional Kelanjutusiaan yang saat ini sedang diimplementasikan secara nasional.

” Sejumlah langkah persiapan sedang dilakukan oleh pemerintah Papua Barat Daya, mulai dari merancang konsep program dan business process yang efisien dan akuntabel, memastikan regulasi dan kelembagaan program,” ujarnya.

Adhi Rachman memastikan, dalam waktu dekat, pemprov Papua Barat Daya akan melakukan konsolidasi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk pelaksanaan pendataan.

” Pendataan dan verifikasi data perlu dilakukan secara komprehensif agar semua calon penerima manfaat dapat terdata dengan baik” ucapnya.

Dinas Sosial siap menyalurkan bantuan PAITUA sesuai data yang telah terverifikasi,”tambah Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Papua Barat Daya, Beatrix Msiren.

Sementata, Staf Baperidda Provinsi PBD Fransiskus Trimadi meneknkan, program PAITUA lebih ditargetkan kepada Orang Asli Papua (OAP) sebab hal itu telah diatur di dalam UU

” Rapat dua hari ini kami percepat karena harus melakukan pendataan di kampung-kampung dan pelosok. Yang jelas program PAITUA ini dikhususkan bagi OAP, ” tutupnya.


Bagikan ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.