Gembala, Pengurus dan Jemaat GBI Bukit Sabda Bahagia Sorong Merayakan Natal Tahun 2018, Selasa (25/12/2018)
Tanah Papua

Kebenaran Tuhan Membawa Berkat Kekal

Bagikan ini:
  • 34
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    34
    Shares

SORONG, sorongraya.co– Kebenaran Tuhan membawa berkat yang kekal bagi setiap umatnya yang melaksanakan dalam kehidupan setiap hari serta dapat berdampak positif

Gembala Sidang GBI Jemaat Bukit Sabda Bahagia Sorong, Pdt Drs Marthinus G. Balubun,M.Th
Gembala Sidang GBI Jemaat Bukit Sabda Bahagia Sorong, Pdt Drs Marthinus G. Balubun,M.Th

Hal ini terungkap dalam khotbah kado perayaan Natal yang disampaikan Gembala Sidang Gereja Bethel Indonesia (GBI) Jemaat Bukit Sabda Bahagia Sorong, Pdt Drs Marthinus G. Balubun,M.Th, Selasa 25 Desember 2018

Kado Natal yang dikutip dari Injil Lukas 10 : 25 -37 menggambarkan lima karakter atau tipe Gereja Tuhan dalam menjalankan kebenaran dan tidak menjadi pelaku Firman diantaranya, Ketika kita belajar kebenaran, tau kebenaran, belajar setia, menjadi pelaku kebenaran.

Pujian dan Penyembahan Natal GBI Bukit Sabda Bahagia Sorong
Pujian dan Penyembahan Natal GBI Bukit Sabda Bahagia Sorong

“Ketika kita hidup dalam kebenaran maka kita harus menjadi pelaku, maka hidup kita akan mengalami keuntungan dan tidak gagal, namun Kebenaran yang kita miliki tidak menjamin kita menjadi org yang hidup benar” Kata Balubun.

Kemudian tipe kedua adalah gambaran diri orang percaya yang setiap hari belajar firman tapi harta jasmani maupun rohani selalu dihabiskan semua sehingga tidak memiliki harta yang kekal karena selalu iblis mencari kesempatan untuk mencuri perhatian.

Ibadah Perayaan Natal Kristus Tanggal 25 Desember 2018 di Gedung Gereja BetheL Indonesia Jemaat Bukit Sabda Bahagia Sorong, Selasa (25/12/2018)
Ibadah Perayaan Natal Kristus Tanggal 25 Desember 2018 di Gedung Gereja BetheL Indonesia Jemaat Bukit Sabda Bahagia Sorong, Selasa (25/12/2018)

Hal ini mengakibatkan Gereja Tuhan selalu mengalami kemiskinan rohani, karena tidak menjadi pelaku Firman.

Tipe ketiga adalah orang yang belum percaya tetapi melakukan kebenaran. Seperti seorang Samaria yang baik hati, hal ini menggambarkan karakter Kristus yang juga rela mati demi menebus umat manusia

Tipe keempat yaitu, karakter gereja tuhan seperti iblis yang berusaha mencuri segala sesuatu milik umat Tuhan, Selanjutya tipe kelima adalah Gereja Tuhan minta diajar, dididik seperti pelayan

Lantunan lagu yang dipersembahkan Vokal Group Kemah Daud Rufei
Lantunan lagu yang dipersembahkan Vokal Group Kemah Daud Rufei

“Kita harus belajar menjadi pelayan yang saling melayani, jangan berdebat tentang kebenaran Firman tapi wajib melakukannya, jangan biarkan hidup kita dirampok dan dibegal dan miliki karakter Ilahi seperti orang Samaria yang baik hati” ucapnya.[***]


Bagikan ini:
  • 34
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    34
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.