Johan Werfete, Ketua Dewan Adat Kaimana.
Tanah Papua

Festival Senja, Dewan Adat Kecewa Suku Asli Kaimana Hanya Sedikit Yang Terlibat

Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KAIMANA. sorongraya.co – Ketua Dewan Adat kabupaten Kaimana, Johan Werfete mengungkapkan kekecewaannya karena pelaksanaan festival senja yang baru selesai digelar tanggal 2 Desember yang lalu kurang melibatkan suku-suku yang ada di Kabupaten Kaimana, terutama delapan suku asli Kaimana.

Dari delapan suku asli Kaimana, hanya beberapa suku saja yang terlibat namun tidak terlibat secara penuh dalam berbagai rangkaian kegiatan festival senja Kaimana. Menurut Werfete, pelaksanaan festival senja ini perlu dievaluasi kembali, sehingga tidak terkesan sebagai kegiatan yang hanya untuk menghabiskan anggaran.

“Kemarin juga waktu pelaskanaan kami juga ikut memantau, tapi suku-suku asli kita di Kaimana dan juga basudara dari suku-suku nusantara, belum terlibat secara penuh. Jika diperhatikan justru melalui festival senja diharapkan dapat menarik minat wisatawan untuk datang ke Kaimana. Tetapi kalau dari tahun ke tahun, pelaksanaannya masih seperti ini, maka kami pikir, tidak ada sesuatu yang unik yang bisa menarik minat wisatawan untuk datang ke Kaimana,” ungkapnya.

Werfete mengungkapkan, perencanaan pelaksanaan festival senja masih belum terlalu maksimal. Dikatakannya, Masyarakat asli di Kaimana kaya akan budaya dan seni. Hanya saja belum digali secara optimal. Seharusnya melalui festival senja dapat menjadi ajang untuk melestarikan budaya dan seni kreatif yang dimiliki oleh masyarakat.

“Harus dirancang secara baik, dan bisa melibatkan semua suku yang ada di Kaimana ini. Kalau bisa, festival senja ini menjadi kegiatan rutinan, sehingga masih-masing suku bisa terlibat sepanjang tahun. Artinya mereka termotivasi untuk menggali kembali budaya, seni, ciri khas yang ada dimasing-masing suku. Kalau ini bisa ditampilkan secara penuh dalam ajang festival senja, maka saya pikir banyak wisatawan yang akan datang ke Kaimana, baik karena selain ke objek wisata, tetapi juga mereka bisa sekaligus menikmati keunikan Kaimana dari segi budaya maupun seni kreatif,” pungkasnya.

Sementara itu, Anwar Kamakaula, anggota komisi C DPRD Kaimana menilai pelaksanaan festival senja dari tahun ke tahun belum ada peningkatan. Justru menurutnya, dari tahun ke tahun keberhasilannya semakin menurun. Sehingga menurutnya, perlu dievaluasi kembali, sehingga tidak sekedar ajang hura-hura semata, tetapi sebagai media promosi pariwisata Kaimana secara keseluruhan.

“Kami pikir perlu dievaluasi kembali. Sehingga jangan setiap tahun kita alokasikan anggaran untuk kegiatan ini tetapi manfaatnya secara langsung untuk masyarakat minim. Sehingga kalau bisa dari tahun ke tahun itu ada peningkatan. Dari even seperti ini juga, bisa meningkatkan minat wisatawan untuk melirik Kaimana. Karena kalau hal kecil semacam ini saja, kita tidak sanggup, apalagi kita mau bicara soal pengembangan pariwisata Kaimana kedepan. Saya pikir akan sangat sulit. Kami harap pemerintah daerah bisa mengevaluasi kegiatan festival, sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga bisa mendatangkan keuntungan bagi daerah, khususnya berkaitan dengan pengembangan pariwisata Kaimana,” pungkasnya. [ode]


Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.