SORONG, sorongraya.co – Belasan mahasiswa Asli Papua dari berbagai kampus mengikuti Pelatihan Jurnalis yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Cabang, Barisan Merah Putih RI Kota Sorong.
Dalam pelatihan itu BMP menghadirkan dua narasumber handal dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Papua Barat Daya.
Pelatihan yang berlangsung di Gedung Fakultas Tarbiyah Kampus IAIN Sorong itu, dilaksanakan pada Rabu pagi 30 September 2026.
Pelatihan dibuka oleh Ketua Kelompok Khusus (Poksus) DPR Provinsi Papua Barat Daya, Frangky Umpain. Para peserta mendapatkan materi mengenai dasar-dasar jurnalistik yang disampaikan Ketua PWI Papua Barat Daya Wahyudi dan Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Papua Barat Daya, Muhammad Nasir Sukunwatan.
Dalam sambutannya, Frangky mengatakan perkembangan zaman telah mengubah cara manusia menyimpan, mengelola, dan menyampaikan informasi.
Menurutnya, jika dahulu kehidupan masyarakat Papua banyak bertumpu pada pengetahuan yang diwariskan melalui lumbung sagu, lumbung ikan dan berbagai bentuk pengetahuan lokal, kini peradaban juga berkaitan erat dengan server dan data.
“Kalau hari ini kita mengenal peradaban, tidak seperti dulu lagi. Dulu orang tua dan sesepuh kita memperkenalkan lumbung sagu, lumbung ikan dan lain sebagainya sebagai bagian dari kehidupan. Tetapi sekarang kita bicara zaman now, kita bicara server dan data. Kalau berbicara tentang peradaban, mari kita bicara tentang server data kita, tentang siapa kita,” ujarnya.
Frangky menilai mahasiswa OAP memiliki posisi penting dalam menceritakan Papua berdasarkan pengalaman dan pengetahuan mereka sendiri. Ia mendorong generasi muda Papua tidak hanya menjadi objek pemberitaan, tetapi ikut menulis dan menyampaikan cerita tentang Papua kepada publik.
“Kita tidak perlu menunggu teman-teman dari luar menulis tentang Papua, karena sesungguhnya yang lebih tahu Papua adalah kita. Mari kita belajar menulis dan bercerita tentang siapa diri kita kepada setiap orang yang ada di luar sana. Biarkan Papua diliput bukan hanya karena masalah, tetapi juga tentang masa depan. Itu yang menjadi harapan kita,” katanya.
Menurut Frangky, kemampuan menulis bukan sekadar keterampilan menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi cara untuk meninggalkan catatan sejarah bagi generasi mendatang.
“Marilah menulis tentang siapa dirimu, berceritalah tentang siapa dirimu, karena dengan menulis Anda bisa menitipkan sejarah dan peradaban untuk masa depan yang lebih baik,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PWI Papua Barat Daya, dan Ketua SMSI Papua Barat Daya yang telah memberikan materi dan waktu dalam kegiatan yang digagas BMP Kota Sorong tersebut.
“Saya berharap adik-adik bisa mengikuti kegiatan ini secara saksama, belajar dan mengambil ilmu dari apa yang sudah diberikan oleh para narasumber,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPC BMP Kota Sorong, Silas Kalasuat, mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong mahasiswa Papua untuk mengembangkan kemampuan literasi dan jurnalistik di tengah perkembangan informasi digital yang semakin pesat.
Menurut Silas, banyak mahasiswa saat ini aktif menyampaikan informasi melalui media sosial seperti Facebook, X maupun TikTok. Namun, kemampuan mengemas informasi tersebut menjadi tulisan yang terstruktur masih perlu diperkuat.
“Anak-anak Papua saat ini sudah terpengaruh oleh perkembangan global dan memiliki minat serta bakat untuk terjun ke dunia jurnalistik. Ini merupakan ilmu yang sangat penting, apalagi sebagian besar peserta masih berstatus mahasiswa. Keterampilan jurnalistik juga dapat menjadi bekal dan peluang mata pencaharian mereka ke depan,” kata Silas.
Ia berharap pelatihan tersebut dapat membantu mahasiswa memahami cara mengolah berbagai informasi dan peristiwa yang terjadi di Papua menjadi tulisan yang lebih terstruktur, sehingga dapat disampaikan kepada publik secara bertanggung jawab.
“Banyak kasus di Papua yang mereka posting di media sosial, tetapi belum mampu merangkai cerita tersebut menjadi satu tulisan, paragraf demi paragraf. Harapan saya, kegiatan ini memberikan dampak baik bagi generasi Papua agar mampu bersaing di dunia jurnalistik,” ujarnya.
Silas juga menyoroti tingginya partisipasi mahasiswa perempuan dalam pelatihan tersebut. Menurutnya, keterlibatan mereka menunjukkan bahwa generasi muda Papua, termasuk perempuan, memiliki peluang yang sama untuk berkembang di bidang jurnalistik.
“Saya melihat sebagian besar yang mengikuti pelatihan ini adalah perempuan. Ini menunjukkan ada anak-anak Papua yang mampu berdiri di depan dan menyampaikan kepada dunia bahwa kami juga mampu menulis,” katanya.
Ia menambahkan, pelatihan Angkatan I ini tidak akan berhenti pada kegiatan perdana. BMP Kota Sorong berencana melanjutkan program tersebut melalui tahap berikutnya dengan peserta yang sama serta pendampingan secara berkelanjutan.
“Target saya, tahun pertama ini kita laksanakan pelatihan jurnalistik tahap pertama. Nanti kita buat tahap kedua dengan orang yang sama, sehingga dari tahap pertama menuju tahap kedua sudah ada kader-kader baru yang bisa terjun ke dunia jurnalistik. Setelah itu akan ada pendampingan,” jelasnya.
Silas berharap peserta yang telah mengikuti pelatihan nantinya dapat bergabung dan berkontribusi di sejumlah media di Kota Sorong sehingga keterampilan yang diperoleh tidak berhenti pada ruang pelatihan.
“Saya berharap hasil dari kegiatan ini adik-adik bisa bergabung di beberapa media yang ada di Kota Sorong, sehingga ilmu yang mereka dapatkan bisa terus dikembangkan,” tuturnya.
Salah satu peserta, mahasiswa Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong, Aldison Mambraku, mengapresiasi pelaksanaan pelatihan tersebut. Ia menilai kegiatan itu memberikan pengetahuan baru, terutama mengenai cara menulis berita secara terstruktur.
“Saya mengapresiasi kegiatan ini karena mengajarkan kami bagaimana mengikuti dan memahami jurnalistik dengan baik. Ilmu yang didapat dari pelatihan ini tidak akan hilang dan bisa menjadi bekal untuk ke depan,” ungkap Aldison.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sehingga mahasiswa OAP memiliki kesempatan lebih luas untuk meningkatkan kemampuan menulis dan memahami kerja jurnalistik.
“Alasan saya mengikuti kegiatan ini karena Pelatihan Jurnalis Angkatan I menjadi wadah bagi saya sebagai mahasiswa OAP untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan dasar jurnalistik, sekaligus mengenal lebih jauh dunia pers serta proses kerja wartawan,” kata Aldison.

















