Menteri Kordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) RI, H. Wiranto, Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri, Jenderal Polisi H. M.Tito Karnavian yang didampingi langsung oleh, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Pangdam XVIII Kasuari, Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau dan Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak, bersama perwakilan tokoh masyarakat, adat dan tokoh agama, usai pertemuan di Swissbell Hotel Manokwari, Kamis (22/08).
Nasional

Wiranto Ajak Masyarakat Papua Lupakan Masa Lalu, dan Tatap Masa Depan

Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MANOKWARI,sorongraya.co – Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) RI, DR. H. Wiranto mengajak masyarakat papua melupakan masa lalu dan menatap masa depan.

Pernyataan ini disampaikan Wiranto di hadapan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan tokoh pemuda dalam kunjungan kerjanya di Manokwari, Kamis (22/08).

Dalam pertemuan yang digelar di Swisbell Hotel Manokwari sekira pukul 15.00 WIT tersebut, Wiranto yang bersama Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Polisi H.M Tito Karnavian, menyampaikan pesan perdamaian dan pesan persaudaraan dari Presiden RI Joko Widodo untuk masyarakat Papua Barat menyikapi rusuh di Manokwari beberapa waktu lalu.

“Pesan Presiden RI (Joko Widodo, red), yaitu menitipkan salam perdamaian dan persaudaraan kepada masyarakat Papua Barat,” ucap Wiranto mengawali pertemuan tersebut.

Kata dia, modal bangsa ini dalam menghadapi hasutan dan adu domba serta hinaan yaitu dengan memperkuat persatuan dan kesatuan. Dan Ia menegaskan, bahwa NKRI adalah hrga mati yang tidak bisa ditawar lagi.

Dia mengatakan, bahwa dari bumi aceh hingga tanah papua merupakan wilayah NKRI yang tidak bisa dipecah. Dan kata dia, Tuhan Yang Maha Esa telah menciptkan beragam-ragam budaya, agama yang semestinya dirawat dan disyukuri.

Lebih jauh dikatakan Wiranto dalam pertemuan itu, bahkan Indonesia diaramalkan menjadi negara termaju ke 4 di dunia.

“Dengan catatan, persatuan dan kesatuan kita, tetap terjaga. Kalau kita semua merasa memiliki dan merawat persatuan, NKRI ini niscaya yang diramalkan itu betul terjadi,” ujarnya.

Dia menyebutkan, bahwa perjuangan dan penderitaan para pahlawan yang membuahkan kemerdakaan NKRI semestinya dijaga sebagai bangsa yang bhineka tunggal ika. Untuk itu, ia berharap masyarakat papua tak mudah terprovokasi.

“Jangan sampai kita diadu domba, karena memang masih ada saudara-saudara kita yang belum sadar, dan mari kita doakan mereka supaya sadar. Karenanya siapa pun yang melakukam pelanggaran hukum pasti akan ada sangsi-sangsi hukum yang dilakukan,” pesannya.

Wiranto juga menyebutkan, sebagai salah satu bukti perhatian pemerintah untuk kemajuan di Papua dan Papua Barat, yakni APBN yang digelontorkan ke Papua beberapa kali lipat besarnya dari APBN yang diturunkan di Provinsi lain.

“Karena tujuannya untuk memacu pembangunan di Papua agar sama-sama maju dengan provinsi lain. Dan itu artinya pemerintah sayang dan cinta buat Papua,” ucap Wiranto.

“Kita jangan bicara masa lalu tapi masa kini. Masa lalu menjadi referensi tapi masa sekarang berbicara masa depan. Kalau kita bicara masa lalu, betapa kejamnya kita ditindas oleh belanda ratusan tahun dan dikerjakan secara paksa,” pintanya.

Untuk itu kata Wiranto, hanya dengan persatuanlah yang mampu membuat bangsa indonesia berjaya. Dan masa lalu yang menyakitkan dan membuat kebencian perlu disingkirkan.

“Mari menatap masa depan yang bisa mengantarkan kebahagian buat kita,” seru Wiranto.

Rombongan tiga pejabat negara tersebut didampingi langsung oleh, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Pangdam XVIII Kasuari, Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau dan Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak.

Usai pertemuan, rombongan meninggalkan hotel dan menuju bandara rendani manokwari untuk bertolak ke Jakarta. [krs]


Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.