Siti Hardiyanti Rukmana yang kerap disapa Mbak Tutut saat melakukan Roadshow Kebangsaan ke Yayasan Al-Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School, Parung, Bogor, Jawa Barat.
Nasional

Mbak Tutut: Jadikan Indonesia Bangsa Yang Dihormati Dunia

Bagikan ini:
  • 21
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    21
    Shares

BOGOR,sorongraya.co – Tokoh wanita berkharismatik, Siti Hardiyanti Rukmana yang kerap disapa mbak Tutut mengajak seluruh elemen untuk menjadikan Indonesia bangsa yang dihormati dunia.

Pernyataan Mbak Tutut yang merupakan kakak dari Ketua Umum Partai Berkarya Tommy Soeharto itu ditegaskannya saat melakukan Roadshow Kebangsaan ke Yayasan Al-Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School, Parung, Bogor, Jawa Barat.

Menurut Tutut, Indonesia yang memiliki kekayaan alam dan berbagai potensi lainnya pernah disegani dunia. Banyak keutamaan yang bisa ditampilkan Indonesia sebagai bangsa yang mempunyai kekayaan di darat, di laut dan di dalam perut bumi yang begitu melimpah.

“Semua seharusnya menjadi jembatan emas untuk menjadi bangsa besar, setara dan dihormati bangsa-bangsa besar lainnya di dunia,”kata Tutut, disambut tepuk tangan dan pekik ‘Allahu Akbar’ dari sekitar 2.500 santri dan santriwati yang memadati masjid Jami di pesantren tersebut.

Di hadapan para santri, putri sulung Pak Harto itu juga beramanat agar para santri senantiasa rajin belajar, menempa diri untuk menjadi pejuang bagi bangsa di kelak kemudian hari.

“Tidak perlu minder walau (lahir) dari keluarga pas-pasan. Pak Harto kecil juga bukan dari keluarga yang berada. Jangan sia-siakan perjuangan Umi (Ibu-red),”ujar Tutut yang menyebut Umi Waheeda binti Abdul Rahman, pimpinan Pondok Pesantren Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman (Islamic Boarding School) sebagaimana siaran pers yang diterima sorongraya.co Selasa, 9 April 2019.

Umi, istri almarhum pendiri pesantren Habib Saggaf bin Mahdi bin Syekh Abu Bakar, diketahui adalah seorang warga Negara Singapura.

Merespon sambutan Tutut, Umi Waheeda menyatakan rasa kekagumannya yang tinggi kepada Alm. Pak Harto. Menurut Umi, semasa hidupnya Pak Harto banyak berjasa untuk Indonesia dengan melakukan pembangunan di segala bidang yang mensejahterakan seluruh bangsa.

“Kita semua sangat berhutang budi. Saat Bapak Soeharto menjadi presiden. Indonesia bukan hanya berhasil dalam pembangunan dan mensejahterakan rakyatnya, namun juga menjadi negara yang disegani dunia,”kata Umi, disambut pekik takbir para santri.

Pada saat itu kata Umi, Indonesia bahkan berhasil mencapai swasembada beras yang diakui Badan Pangan Dunia (FAO).

“Jadi, bukan justru banyak mengimpor beras dan merugikan para petani dan rakyat kita sendiri,”terangnya.

Sebagai mantan warga Negara Singapura, Umi menegaskan bahwa dirinya tahu betul bagaimana Pak Harto disegani di kawasan negara luar.

“Lee Kuan Yew, PM Singapura, itu hanya takut sama Pak Harto!”kata Umi, yang menggratiskan biaya belajar, biaya hidup dan aneka keperluan 15 ribu santrinya itu.

Di hadapan ribuan santri yang hadir memadati masjid besar itu, Umi menegaskan bahwa almarhum Abah (bapak) Saggaf pernah menyatakan bahwa Pak Harto itu seorang yang diberkahi Allah SWT.

“Almarhum pernah bilang, Pak Harto itu seorang yang sangat diberkahi (very very blessed man) yang sangat membela kaum Muslim dan menjadikan rakyatnya tak pernah lapar. Ingat, hungry man akan segera jadi angry man!,”tandas Umi.

Pondok Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman didirikan pada 1998 oleh almarhum Habib Saggaf bin Mahdi bin Syekh Abu Bakar bin Salim. Pesantren itu lahir dari keprihatinan Habib Saggaf melihat banyak para remaja putus sekolah serta tidak mampu melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi karena kemiskinan. Sejak awal, memang pesantren ini menggratiskan semua hal yang berkaitan dengan keperluan para santri.

Pesantren yang namanya al-Ashriyyah berarti modern itu kini dikenal sebagai pesantren mandiri dengan 15 ribu santri dan 48 jenis usaha yang digeluti warga pesantren. Pesantren dengan area 25 hektar yang kini telah bekerja sama dalam bisnis fintek dengan menggandeng Bank Tabungan Negara dan Bank Indonesia, itu bermula dari kobong bambu berukuran 3×4 meter sebagai asrama pertama. [krs]


Bagikan ini:
  • 21
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    21
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.