232 Casis Bintara Polri, Polda Papua Barat Siap Mengikuti Tes Kesehatan tahap II dan Kesehatan Jiwa, Sabtu (26/5/2018)
Nasional

232 CABA Polda Papua Barat Jalani Rikkes Tahap II

Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MANOKWARI,sorongraya.co– Seleksi Penerimaan Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) di tingkat Kepolisian Daerah Papua Barat telah memasuki tahap Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes) II, Sabtu 25 Mei 2018 sekira pukul 08.00 WIT.

Pemeriksaan kesehatan tahap II ini dilaksanakan langsung oleh Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bid dokkes) Polda Papua Barat, sebelumnya tim panitia Rikkes memberikan arahan kepada peserta agar mempersiapkan diri baik fisik maupun mental.

Tahapan ini meliputi Pemeriksaan Rotgen, Jantung (EKG), Darah yang terdiri dari Hematologi lengkap, Kimia Darah + Serologis dan Urine Rutin dan Narkoba Test

Sebanyak 119 Casis Bintara Polri Mengikuti tes kesehatan tahap II di Divari Medical Center Manokwari, Sabtu (26/5/2018)
Sebanyak 119 Casis Bintara Polri Mengikuti tes kesehatan tahap II di Divari Medical Center Manokwari, Sabtu (26/5/2018)

Kabid Humas Polda Papua Barat, AKBP Hary Supriyono kepada wartawan di Manokowari, Sabtu (26/5) mengatakan, sebanyak 232 Casis Bintara mengikuti pemeriksaan kesehatan tahap II tersebut yang dibagi menjadi 2 bagian, gelombang pertama sebanyak 119 Casis Bintara bertempat di Divari Medical Center Manokwari.

Sedangkan gelombang kedua sebanyak 89 casis Bintara mengikuti Pemeriksaan kesehatan jiwa (Keswa) secara tertulis yang bertempat di Gedung PKK Gubernur Manokwari.

Kabid Dokkes Polda Papua Barat AKBP dr. Sariman turut mengawasi dan memperhatikan jalannya tahapan pemeriksaan kesehatan ini.

89 Casis Bintara Polri Mengikuti Tes Kesehatan Jiwa di Audiotorium PKK Pemprov Papua Barat, Manokowari, Sabtu (26/5/2018)
89 Casis Bintara Polri Mengikuti Tes Kesehatan Jiwa di Audiotorium PKK Pemprov Papua Barat, Manokowari, Sabtu (26/5/2018)

Pelaksanaan kegiatan tersebut juga diawasi Pengawas Internal maupun External untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan untuk menjaga Prinsip “BETAH” yaitu Bersih, Transfaran, Akuntabel dan Humanis”.(ken)


Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.