sosialisasi wawasan Kebangsaan dan Bela Negara, di Gedung New Patriatama Mapolres Raja Ampat, Jalan Bhayangkara, Kelurahan Waisai Kota, Distrik Kota Waisai, Raja Ampat, Papua Barat, Kamis (12/09).
Metro

Tingkatkan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara, Kemenko Polhukam Gelar Sosialisasi di Raja Ampat

Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WAISAI,sorongraya.co – Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Republik Indonesia (Kemenko Polhukam RI) menggelar sosialisasi wawasan Kebangsaan dan Bela Negara, di Gedung New Patriatama Mapolres Raja Ampat, Jalan Bhayangkara, Kelurahan Waisai Kota, Distrik Kota Waisai, Raja Ampat, Papua Barat, Kamis (12/09).

Tampak hadir dalam sosialisasi tersebut, Kapolres Raja Ampat beserta jajarannya, sejumlah ASN dilingkup pemerintahan kabupaten Raja Ampat, Tokoh Agama, tokoh Adat serta tamu undangan lainnya.

Sekretaris Deputi VI/Kesbang, Kemenko Polhukam Brigjen Pol. DRS. Mamboying menegaskan kegiatan ini merupakan wujud program sesuai Inpres no 7 tahun 2018 tentang rencana aksi bela negara, dimana dalam 2 tahun ini sejak 2018-2019 Kementrian RI telah siapkan ditahun 2020 untuk eksennya ke masyarakat luas.

Sekretaris Deputi VI/Kesbang, Kemenko Polhukam Brigjen Pol. DRS. Mamboying.

“Namun, internalisasi ini juga dapat diberikan kepada birokrasi bawah agar disampaikan ke seluruh lapisan masyarakat. Hal ini penting, karena wawasan kebangsaan diingatkan kembali tentang penguatan kehidupan berbangsa. Kehidupan berbangsa hanya satu pedoman pancasila, bukan yang lain,” ujar Mamboying kepada sejumlah media, ketika diwawancara usai kegiatan tersebut.

Sementara itu, lanjut dia, dari sila – kesila sudah jelas bahwa kita harus bersatu, bertoleransi terhadap sesama agama, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, yang diatur pada sila ke – 3 sebagai sumber kekuatan bangsa ini. Dan Kesatuan Indonesia, dimana kiita harus saling menghargai agama, suku, budaya, eknis dan lainnya.
“Kita harus menguatkan moral dan karakter yang diwujudkan dalam bela Negara, komitmennya sebagai warga harus memiliki tugas dan tanggungjawab berbangsa dan bernegara,” tegasnya.

Ia berharap, media sosial yang ada harus bisa dikurangi sehingga berita hoaks itu tidak tersebar ke masyarakat, sebab diketahui bahwa beberapa waktu lalu volume internet sempat dikurangi karena begitu viral tentang pengaruh kebangsaan yang cukup kuat sehingga masyarakat mudah terpengaruh.

“Kita harus bisa merajut kerukunan dan persaudaraan kembali melalui pembinaan yang harus diteruskan oleh setiap elemen bangsa bahwa Pancasila adalah vondasinya negara ini,” pungkasnya. [dv/krs]


Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.