Para pemandu wisata Kabupaten R4 saat mengikuti pelatihan ekowisata minat khusus terestrial. /Foto: Istimewa
Metro

Tingkatkan Pariwisata R4 Melalui SDM, FIF-IP Gelar Pelatihan Ekowisata Terestrial

Bagikan ini:
  • 88
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    88
    Shares

WAISAI,sorongraya.co – Guna meningkatkan pariwisata Kabupaten Raja Ampat melalui pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), Fauna dan Flora International Indonesia Programme (FFI-IP) menggelar pelatihan pemandu ekowisata minat khusus terestrial.

Berlangsung di gedung TIC Waisai, Senin, 11 Februari 2019. Pelatihan pemandu ekowisata dibuka oleh Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Raja Ampat, Engelbert Wader.

Dalam sambutannya, Engelbert berikan apresiasi atas pelatihan yang digelar FFI karena sangat bermanfaat dan bertujuan meningkatkan kualitas SDM di bidang pariwisata. “Saya apresiasi akan kegiatan pelatihan pemandu ekowisata ini karena sangat membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan SDM pariwisata raja ampat,”kata dia.

Menurutnya, potensi pariwisata yang ada di kabupaten raja ampat, menuntut pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas SDM yang profesional, terampil dan siap bekerja sehingga, masyarakat yang mengikuti kegiatan pelatihan bisa mengelola wisata terestrial kampung masing-masing.

“SDM merupakan faktor penting dalam pengembangan pariwisata, maka harus diiringi dengan kesiapan yang matang. Sehingga, dapat mendorong dan bersinergi,”ujarnya

Sementara itu Ketua Panitia Ekowisata Minat Khusus Terestrial FFI-IP, Sari Ramadhan mengatakan, pengembangan potensi wisata terestrial perlu didukung oleh kualitas SDM sebagai pelaku ekowisata, salah satunya adalah pemandu. Selain keterampilan pelayanan, seorang pemandu ekowisata juga harus memahami dengan baik akan obyek wisatanya agar dapat memberikan pengetahuan kepada orang mengenai pemanfaatanya.

“Raja Ampat punya potensi alam dan budaya yang sangat luar biasa. Secara geografis juga mendukung, jadi ini harus benar-benar dimanfaatkan,” tuturnya.

Menurutnya, pelatihan pemandu ekowisata para peserta akan mendapatkan materi Dasar-dasar kepemanduan (interpreter) misalnya, teknik identifikasi burung, reptil, dan amfibi, dasar fotografi, dan dasar-dasar konservasi.

“Peserta tidak hanya mendapatkan materi di dalam kelas, peserta juga akan praktikum turun langsung ke lapang untuk memperdalam pengetahuan dan keterampilannya,”ujarnya.

Dia berharap, kegiatan ekowisata tidak hanya bertujuan bagi yang menikmati alam saja tapi mendapatkan pengetahuan mengenai keanekaragaman satwa dan tumbuhan yang ada di raja ampat serta memiliki kesadaran untuk menjaga dan melestarikannya.

“Potensi ini kita jaga bersama, jika SDM telah terpenuhi maka kita wajib melestarikan dan menjaga,”pungkasnya.

Pelatihan pemandu ekowisata yang dilaksanakan selama dua hari ini merupakan kolaborasi antara FFI-IP, Dinas Pariwisata, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (SDA) Papua Barat, dan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Raja Ampat yang melibatkan peserta sedikitnya 56 orang perwakilan dari berbagai kampung baik dari Pulau Waigeo, Batanta, Salawati dan Misool. [drk]


Bagikan ini:
  • 88
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    88
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.