Tiga orang TKA yang telah mendapatkan surat Jalan dari Tim Gugus Tugas Covid-19 Raja Ampat. [foto: david warmasen-sr]
Metro

Tim Satgas Covid-19 Raja Ampat Kembali Pulangkan Tiga TKA

Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WAISAI, sorongraya.co – Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Raja Ampat kembali memulangkan  tiga orang Tenaga Kerja Asing yang bekerja sebagai Dive Master di PT Papua Diving Kabupaten Raja Ampat. Sebelumnya Tim Covid ini juga telah memulangkan delapan wisatawan asing ke Negara asal mereka, hal ini dilakukan akibat adanya pembatasan transportasi.

Ketiga TKA tersebut bernama Andreia Filipa Nogueira Gomes berusia 37 tahun berkebangsaan Protugal. Nicolas Thierry Yves Fourgaut berusia 35 tahun berkebangsaan Prancis dan Titiana Tiemi Maebayashi Nagao 40 tahun  berkebangsaan Brasil.

Kepada wartawan Yusdi menjelaskan bahwa pada masa pandemi corona ini semua akses ditutup dengan adanya pembatasan transportasi semua negara diseluruh dunia termasuk Indonesia. Tentu, akibat dari pembatasan transportasi dimasa pandemi seperti ini pun berdampak pada banyaknya wisatawan maupun tenaga kerja asing yang terjebak di Indonesia.

Artinya, mereka tidak bisa pulang ke negaranya karena ada kebijakan pembatasan transportasi dari semua negara maupun di Indonesia, termasuk juga kota sorong dan kabupaten Raja Ampat.

“Masing-masing dari mereka ini bekerja sebagai Dive Master di kapal maupun resort di Perusahaan Papua Diving. Namun tidak bisa pulang karena terkendala dengan pembatasan transportasi dari berbagai negara,” ungkapnya.

Pemulangan sejumlah wisatawan dan TKA ini, kata Yusdi sebelumnya diberikan kemudahan keluar dari Indonesia berdasarkan permintaan surat dari Kementerian Luar Negeri yang menindaklanjuti nota diplomatik dari kedutaan masing-masing negara mereka. Kemudian bersurat ke Kemenlu RI dan selanjutnya Kemenlu bersurat kepada seluruh Gubernur, Bupati/Walikota serta Tim Satgas Covid-19 di Jakarta, Bali, Makassar, Kota Sorong dan dimana saja termasuk Raja Ampat untuk membantu memberikan kemudahan perjalanan agar mereka bisa kembali ke negaranya masing-masing.

“Ketentuan ini sama juga diterapkan kepada Wisatawan dan TKA asal Indonesia yang berada diluar negeri untuk diberikan kemudahan agar kembali ke negaranya berdasarkan permintaan dari Kementerian Luar Negeri kepada pimpinan negara masing-masing,”terangnya.

Ia menuturkan Wisatawan dan TKA yang ada di Raja Ampat sebelum dipulangkan ke negara masing – masing mereka menunggu tiket pesawat sudah real maka melanjutkan mengurus semua dokumen untuk kembali kenegaranya masing-masing.

Untuk Raja Ampat, pemulangan WNA dilakukan sebelum diterapkan pembatasan sejak bulan April, Mei dan Juni.

“Jadi mereka yang dipulangkan ini adalah orang-orang yang sebenarnya sudah harus pulang ke negaranya apakah itu cuti atau selesai liburan, tapi karena terkendala Lockdown dari semua negara membuat mereka tidak bisa pulang, karena dalam kondisi pandemi ini sulit untuk berpergian kemana-kemana. Namun begitu diberikan kemudahan dari Kemenlu dan seluruh pihak pada akhirnya mereka bisa juga kembali kenegaranya masing-masing, sebaliknya WNI kita yang ada diluar negeri jika mengalami hal yang sama,” tutup Yusdi Lamatenggo. [dav]

editor: junaedi


Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.