Ratusan pedagang pasar modern Rufei yang didominasi mama-mama Papua ini geruduk kantor Wali Kota Sorong.
Metro

Sambil Membawa Barang Dagangan Ratusan Pedagang Geruduk Kantor Wali Kota

Bagikan ini:

SORONG,sorongraya.co- Lantaran sepi pembeli ratusan pedagang pasar modern Rufei yang didominasi oleh mama-mama Papua ini menggeruduk kantor Wali Kota Sorong, Selasa siang (27/09/2022) sambil membawa barang dagangan.

Ratusan pedagang ini selain melakukan protes dengan menggelar barang dagangan berupa sayur mayur, buah-buahan dan ikan di lobi kantor Wali Kota Sorong. Ratusan pedagang juga meminta kepada Penjabat Wali Kota Sorong membongkar pasar lama sehingga pembeli bisa berbelanja di pasar modern Rufei, yang diresmikan pada 15 Agustus 2022 oleh Lambert Jitmau, Wali Kota Sorong saat itu.

Salah satu pedagang mama-mama Papua, Paulina meminta kepada penjabat wali kota Sorong menggusur pasar lama.

” Kami minta hari ini juga bapak wali kota bertindak gusur pasar lama, karena kami ini rugi besar. kami modal habis, sayur sampai rusak. Bukan hari ini saja, dari mulai kita resmi tanggal 19 Agustus itu, sampai hari ini kami punya sayur tinggal main buang-buang saja. apakah bapak wali kota tidak kasihan kami, masyarakat,” ujarnya.

” Mama-mama datang kesini dengan satu tujuan bahwa hari ini juga pemerintah harus bongkar pasar Boswezen. Kita tidak butuhkan uang, kita mau hari ini juga pasar Boswezen harus dibongkar. Penjual pakaian, penjual ikan, penjual sayur, penjual barang-barang kecil semua sudah masuk ke pasar modern rufei tetapi tidak ada orang yang belanja,” tambahnya.

Menanggapi aksi protes mama-mama Papua, Pelaksana tugas Sekretaris Daerah Kota Sorong Karel Gefilem meyakinkan para pedagang bahwa pemerintah kota Sorong akan segera mengambil tindakan tegas terhadap pedagang yang masih berjualan di pasar Boswezen setelah berkoordinasi dengan penjabat wali kota dan forkopimda kota Sorong

Gefilem mengatakan, pimpinan OPD tidak bisa mengambil keputusan. Makanya, kami akan lapor ke penjabat wali kota. Nanti beliau rapat dengan kami untuk memutuskan seperti apa,” ujarnya.

Tidak puas dengan pernyataan Plt sekda, mama-mama Papua tetap ngotot ingin bertemu penjabat wali kota Sorong. Karena penjabat wali kota Sorong tidak berada di tempat nyaris membuat susana memanas, Dandim 1802 SorongLetkol Inf Tody Imansyah langsung mengendalikan situasi sembari berjanji bahwa pemkot Sorong akan mengganti semua dagangan yang telah dibawa para pedagang.

Tak butuh waktu lama, Plt sekda kota Sorong langsung memimpin rapat mendadak bersama forkopimda kota Sorong guna membahas rencana penggusuran pasar lama Boswezen untuk memindahkan semua pedagang ke pasar modern Rufei di Jalan Trikora kota Sorong.


Bagikan ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.