SORONG,sorongraya.co-Direktur RS Sele Be Solu, Susi Petronela Jitmau, mengungkapkan bahwa sejumlah rencana perbaikan dan peningkatan fasilitas yang telah dirancang sebelumnya akhirnya terealisasi pada tahun 2026.
Peningkatan ini mencakup penambahan kapasitas tempat tidur, penguatan layanan kesehatan, hingga peningkatan status unit pengelolaan darah.
Susi menjelaskan, rumah sakit kini memiliki tambahan 64 tempat tidur kelas rawat inap standar. Dengan penambahan tersebut, total kapasitas tempat tidur RS Sele Be Solu meningkat dari 154 menjadi 180 tempat tidur. Selain itu, tersedia pula 44 tempat tidur untuk gedung rawat tindak plus standar serta dua ruang rawat inap VIP guna menunjang kenyamanan pasien.
“Unit pengelolaan darah yang awalnya berstatus perantara juga telah diizinkan oleh Kementerian Kesehatan untuk ditingkatkan. Sebanyak 17 item alat kesehatan didapatkan melalui bantuan dana Otsus, APBD Provinsi, dan APBD Kota,” ujar Susi.
Dari sisi sumber daya manusia, RS Sele Be Solu saat ini didukung oleh 30 dokter spesialis dan 2 dokter subspesialis. Pihak rumah sakit juga tengah mempersiapkan diri menghadapi kebijakan Kementerian Kesehatan terkait penghapusan kelas 1, 2, dan 3 yang akan mulai diberlakukan pada Januari mendatang.
Regulasi baru tersebut mewajibkan setiap rumah sakit menyediakan ruang kelas rawat inap standar dengan kapasitas maksimal empat tempat tidur per ruangan guna meningkatkan kualitas pelayanan dan kenyamanan pasien.
Susi berharap berbagai peningkatan yang telah dilakukan dapat terus berlanjut, baik dari sisi sarana dan prasarana maupun dukungan terhadap tenaga medis.
“Kami berharap pihak rumah sakit dapat terus meningkatkan sarana dan prasarana agar dokter dapat bekerja dengan tenang dan tidak kalah dengan rekan mereka di pusat, serta mendapatkan perhatian dari pemerintah provinsi dan kota terkait kesejahteraan tenaga medis,” pungkasnya.(***)
















