MetroPendidikan & KesehatanTanah Papua

Ricky Tanery Resmi Pimpin POBSI PBD, Siapkan Pembinaan Atlet dan Cetak Bibit Muda Berprestasi

×

Ricky Tanery Resmi Pimpin POBSI PBD, Siapkan Pembinaan Atlet dan Cetak Bibit Muda Berprestasi

Sebarkan artikel ini

SORONG, sorongraya.co- Pengurus Besar Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (PB POBSI) Papua Barat Daya resmi dilantik masa bakti 2026–2030. Michael Ricky Tanery dipercaya menakhodai organisasi olahraga biliar di provinsi termuda di Indonesia tersebut.

Pelantikan dan pengukuhan pengurus berlangsung di Rylich Panorama Hotel, Kota Sorong, Jumat (30/10/2026).

4115
Polling Pemilihan Tokoh Papua Barat Daya

Seberapa Besar Anda Mendukung Tokoh Politik

Dalam Pemilihan Mendatang.

Momentum ini tidak sekadar menandai terbentuknya kepengurusan definitif, tetapi juga menjadi awal dari harapan baru untuk membangun olahraga biliar yang lebih berkembang dan mampu melahirkan atlet berprestasi di Papua Barat Daya.

Dalam sambutannya, Michael Ricky Tanery mengungkapkan bahwa kepercayaan yang diberikan kepadanya merupakan kehormatan sekaligus amanah besar yang harus dijalankan dengan kesungguhan, kerja keras, dan komitmen.

Menurutnya, tantangan terbesar ke depan bukan hanya membangun organisasi, melainkan memastikan pembinaan atlet berjalan secara terarah dan berkelanjutan.

“Terpilih sebagai Ketua POBSI Papua Barat Daya bukan sekadar sebuah kehormatan, tetapi juga merupakan amanah dan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan kesungguhan, kerja keras, dan komitmen untuk memajukan olahraga biliar di daerah yang kita cintai,” ujarnya.

Ricky menegaskan, POBSI Papua Barat Daya harus mulai memikirkan langkah konkret dalam menjaring dan membina atlet potensial, khususnya dari kalangan generasi muda.

Ia meyakini Papua Barat Daya memiliki banyak anak muda berbakat yang dapat dikembangkan menjadi atlet biliar berprestasi. Namun, potensi tersebut membutuhkan kesempatan, pembinaan yang konsisten, serta ruang kompetisi untuk menunjukkan kemampuan.

“Saya percaya Papua Barat Daya memiliki banyak anak muda yang berbakat. Mereka hanya membutuhkan kesempatan, pembinaan, dan ruang untuk menunjukkan kemampuan mereka,” katanya.

Di balik optimisme tersebut, Ricky juga mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Salah satunya adalah keterbatasan fasilitas olahraga biliar, termasuk belum tersedianya meja snooker yang dibutuhkan untuk menunjang pembinaan atlet.

Kondisi tersebut menjadi perhatian pengurus baru agar pengembangan olahraga biliar tidak hanya terpusat pada pembentukan organisasi, tetapi juga didukung sarana dan prasarana yang memadai.

Untuk mengatasi keterbatasan dukungan, pihaknya berencana membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, BUMN, BUMD, serta perusahaan swasta yang beroperasi di Papua Barat Daya.

Ricky berharap dukungan dari berbagai elemen dapat memperkuat pembinaan dan membuka jalan bagi atlet-atlet daerah untuk mengikuti kompetisi yang lebih luas.

Ke depan, POBSI Papua Barat Daya akan berupaya membangun sistem pembinaan yang terarah, menyelenggarakan kejuaraan secara berkelanjutan, memperluas partisipasi generasi muda, serta mempersiapkan atlet terbaik untuk mengikuti berbagai kejuaraan resmi sesuai ketentuan organisasi.

“Mari kita jaga kepercayaan ini dengan sesuatu yang nyata, bukan sekadar kata-kata. Bersama kita membangun POBSI Papua Barat Daya, bersama kita ciptakan atlet berprestasi, dan bersama kita buktikan bahwa Papua Barat Daya mampu melahirkan juara,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Stenly Haurisa, dalam laporannya menjelaskan bahwa pelantikan tersebut merupakan bagian dari proses penataan dan penguatan organisasi POBSI di Papua Barat Daya.

Ia menyebutkan, pelaksanaan kegiatan berlandaskan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, AD/ART POBSI, serta Surat Keputusan PB POBSI Nomor 18.C/SKEP/PBPOBSI/VII/2026 tertanggal 23 Juli 2026 tentang penunjukan caretaker Pengprov POBSI Papua Barat Daya.

Melalui mandat tersebut, caretaker diberikan tugas menjalankan roda organisasi, mempersiapkan Musyawarah Provinsi untuk memilih ketua definitif, serta berkoordinasi dengan KONI Papua Barat Daya.

Setelah melalui tahapan konsolidasi dan pembentukan panitia pada 27 Oktober 2026, proses organisasi akhirnya bermuara pada pengukuhan kepengurusan definitif masa bakti 2026–2030.

Stenly menjelaskan, pelantikan ini memiliki sejumlah tujuan penting, di antaranya memberikan legalitas formal kepada kepengurusan baru, mewujudkan tertib administrasi organisasi, serta menjadi momentum awal konsolidasi internal untuk meningkatkan prestasi atlet biliar.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PB POBSI, khususnya Sekretaris Jenderal beserta jajaran yang hadir secara langsung untuk melantik pengurus baru. Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada KONI Papua Barat Daya, seluruh panitia, sponsor, mitra kerja, dan pihak-pihak yang telah memberikan dukungan.

Dengan dikukuhkannya kepengurusan POBSI Papua Barat Daya di bawah kepemimpinan Michael Ricky Taneri, harapan terhadap perkembangan olahraga biliar di daerah ini kini berada pada langkah nyata organisasi.

Tantangannya bukan lagi sekadar membentuk kepengurusan, tetapi bagaimana menghadirkan fasilitas, membangun sistem pembinaan, menemukan talenta-talenta muda, dan menciptakan kompetisi yang mampu mengantarkan atlet Papua Barat Daya bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.