Cenderawasih Merah. /Foto: Istimewa
Metro

Waigeo R4 Menyimpan Keanekaragaman Hayati Terkaya di Dunia

Bagikan ini:
  • 87
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    87
    Shares

WAISAI,sorongraya.co – Kabupaten Raja Ampat merupakan rangkaian empat gugusan pulau yang posisinya berdekatan dengan bagian barat kepala burung Papua. Memiliki daratan yang tersebar di 2.713 pulau dengan luas mencapai 46.108 km2, Raja Ampat memiliki empat pulau besar yakni, Waigeo, Misool, Batanta dan Salawati yang menyimpan keanekaragaman hayati terbesar dan terkaya di dunia.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat R. Basar Manullang mengatakan, pulau Raja Ampat sangat luas menyimpan keanekaragaman hayati terbesar salah satunya, keunikan yang ada di pulau Waigeo disebabkan adanya proses geologi yang terjadi ribuan tahun lalu.

“Dulu, pulau waigeo bagian dari paparan sahul terpisah ribuan tahun lalu akibat adanya tumbukan lempengan antara australia-india dengan lempengan pasifik. Inilah yang menyebabkan banyak satwa dan tumbuhan yang hanya ditemukan di pulau waigeo,” kata Manulang dalam pertemuan yang digelar di Aula Wayag bersama Pemda Raja Ampat dan Biodiversity Coordinator FFI-IP beberapa waktu lalu.

Menurutnya, pulau Waigeo memiliki gunung tertinggi yaitu, gunung Danai yang ketinggiannya mencapai 982 mdpl, memiliki 80% hutan primer dan sebagian kecil hutan sekunder, sehingga waigeo ditetapkan menjadi kawasan konservasi keanekaragaman hayati Irian Jaya pada tahun 1997.

Pulau di Waigeo yang menyimpan kekayaan hayati di dunia. Foto: Istimewa

Sejarah mencatat, sejumlah peneliti berdatangan ke pulau Waigeo diantaranya, Alfred Russel Wallace pada 1860. Tahun 1906-1907 Thomas Barbour datang dan telah mengoleksi bermacam-macam amfibi dan reptil. Tahun 1930, W.J.C. Frost juga telah mengoleksi burung dari pulau Waigeo hingga pada tahun 1948-1949, ekspedisi dari Swedia-Belanda melakukan penelitian jenis burung, serangga, dan tumbuhan bersama peneliti dari Indonesia.

lanjutnya, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melakukan penelitian di berbagai bidang keilmuan mulai 2007 kemudian pada 2014, Penelitian Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Papua Barat bersama Organisasi Fauna & Flora International- Indonesia Program (FFI-IP) turut ikut serta dalam penelitian di Waigeo.

Sementara itu, Biodiversity Coordinator Fauna & Flora International – Indonesia Program (FFI-IP) Maurits Kafiar mengatakan, terdapat lebih dari 120 jenis pohon di hutan Waigeo yang didominasi jenis pohon Vatica Rassak dan Pimeleodendron amboinicum.

“Selain pohon terdapat pula satwa liar. Ada 141 jenis satwa avifauna tercatat di hutan waigeo dengan satu jenis burung endemik yaitu maleo waigeo yang bernama latin Aepypodius bruijnii yang masih famili merpati atau Columbidae dengan jumlah jenis terbanyak dibandingkan dengan famili burung lainnya karena mudah beradaptasi dengan tipe habitat yang berbeda,”kata Andhy, demikian sapaan akrabnya.

Asterophrys Turpicola. /Foto: Istimewa

Menurut Andhy, di pulau Waigeo, kelompok Columbidae (Merpati-red) menguasai habitatnya dari pantai hingga hutan pegunungan bawah dengan ketinggian 700 mdpl. Selain itu terdapat 24 jenis mamalia ada di hutan Waigeo.

Berdasarkan hasil penelitian dengan kamera pengintai milik FFI-IP ditemukan lima jenis mamalia yaitu, anjing kampung (Canis familiaris), babi celeng (Sus scrofa), tikus (Muridae) dan dua jenis kalubu (Echymipera kalubu dan Echymipera rufescens) dimana anjing kampung ditemukan di Saporkren dan Gunung Danai (Warsambin) di ketinggian 878 mdpl.

“Tidak kalah menarik, ada 30 jenis amfibi herpetofauna dijumpai yang berasal dari empat famili dengan jenis terbanyak dari katak bermulut sempit suku Microhylidae dan jenis lainnya dari famili Ceratobatrachidae, Ranidae, dan Hylidae. Sementara jenis reptil dari famili kadal (Scincidae) yang terbanyak,”jelasnya.

Ia juga mengajak agar masyarakat, pelancong domestik maupun Internasional agar tetap menjaga keanekaragaman hayati sumber daya alam yang ada di hutan Waigeo.

“Untuk itu penting diingat, kita bukan hanya mengetahui kekayaan alam ini dengan mendokumentasikannya saja, tetapi hutan Waigeo harus dijaga sebagai pelestarian dan perlindungan sumber daya alam,”pungkasnya. [drk]


Bagikan ini:
  • 87
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    87
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.