BALI,sorongraya.co- PT Pertamina EP Zona 14 Papua Field yang merupakan bagian dari Regional 4 Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina, kembali menorehkan prestasi dalam pengelolaan lingkungan dengan meraih tiga penghargaan pada ajang Environmental and Social Innovation Award (ENSIA) 2026 yang diselenggarakan di The Westin Resort Nusa Dua, Bali pada Kamis (10/09/2026).
Pada ajang tersebut, PEP Papua Field berhasil meraih Platinum Winner untuk kategori Efisiensi Air, Gold Winner untuk kategori Pengelolaan Sampah, dan Silver Winner untuk kategori Perlindungan Keanekaragaman Hayati. Ketiga penghargaan tersebut mencerminkan konsistensi perusahaan dalam mengembangkan inovasi lingkungan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kinerja operasional, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
ENSIA 2026 sendiri merupakan ajang apresiasi terhadap inovasi perusahaan dalam bidang lingkungan dan sosial. Kegiatan penghargaan ini dihadiri sejumlah pejabat negara dan pemangku kepentingan, seperti Mohammad Jumhur Hidayat selaku Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH); Hanif Faisol Nurofiq selaku Wakil Menteri Koodinator Bidang Pangan; Rachmat Pambudy selaku Menteri PPN/ Kepala Bappenas RI serta Wayan Koster selaku Gubernur Bali. Ajang tersebut menjadi ruang bagi perusahaan untuk menunjukkan praktik pengelolaan lingkungan yang melampaui sekadar pemenuhan regulasi (beyond compliance) dan bergerak menuju upaya pemulihan lingkungan yang memberikan manfaat lebih luas.
Dalam sambutannya, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH menekankan pentingnya perusahaan untuk terus meningkatkan kontribusi dalam pengelolaan lingkungan, tidak hanya melalui kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga melalui berbagai inovasi dan tindakan nyata yang mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Salah satu inovasi yang mengantarkan PEP Papua Field meraih penghargaan adalah pemanfaatan limbah pelepah pisang sebagai media filter air yang dikembangkan di Kampung Adat Malasigi, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.
Inovasi tersebut berangkat dari kondisi keterbatasan akses air bersih yang dihadapi masyarakat Kampung Adat Malasigi. Di sisi lain, pelepah pisang tersedia melimpah di sekitar lingkungan masyarakat dan menjadi limbah. Melalui pendekatan “mengatasi masalah dengan masalah”, limbah organik tersebut dikembangkan menjadi material filter alami untuk membantu meningkatkan kualitas air yang digunakan masyarakat.
Pemanfaatan pelepah pisang tidak hanya menjadi solusi terhadap persoalan air bersih, tetapi juga menghadirkan pendekatan ekonomi sirkular dengan mengubah material yang sebelumnya dianggap sebagai limbah menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna. Inovasi tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana solusi sederhana berbasis potensi lokal dapat dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah operasional perusahaan.
Penghargaan tersebut diterima oleh Andi Paizal, Assistant Manager Environmet Zona 14, yang mewakili Papua Field Manager. Dalam pernyataannya, Ardi, selaku Papua Field Manager, mengatakan bahwa penghargaan tersebut menjadi bukti komitmen PEP Papua Field dalam menjalankan operasi yang memperhatikan keseimbangan antara aspek bisnis, lingkungan, dan sosial. “Pencapaian ini menjadi bukti komitmen Pertamina EP Papua Field untuk menjalankan operasi yang tidak hanya berorientasi pada keandalan produksi, tetapi juga memberikan nilai bagi lingkungan dan masyarakat. Kami akan terus memperkuat pengelolaan lingkungan melalui inovasi yang memberikan manfaat nyata, sejalan dengan prinsip keberlanjutan dan komitmen perusahaan untuk menjaga keseimbangan antara people, planet, dan profit” ungkap Ardi.
Raihan tiga penghargaan ENSIA 2026 tersebut memperkuat komitmen PEP Papua Field dalam menerapkan prinsip keberlanjutan melalui pengelolaan lingkungan yang terintegrasi dengan pemberdayaan masyarakat. Inovasi efisiensi air dan pengelolaan sampah melalui pemanfaatan pelepah pisang sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG’s), khususnya Poin 6 terkait Air Bersih dan Sanitasi Layak serta poin 15 terkait Ekosistem Daratan.(***)

















