SORONG,sorongraya.co- Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melalui Dinas Kesehatan PBD bekerja sama dengan Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung menggelar operasi katarak gratis bagi masyarakat di Kabupaten Sorong. Bertemoat di RS JP Wanane, Kabupaten Sorong, itu berlangsung mulai Senin (29/6/2026) hingga 1 Juli 2026.
Program ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dalam meningkatkan akses layanan kesehatan sekaligus membantu masyarakat yang tidak mampu membiayai operasi katarak.

Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, mengatakan program tersebut menjadi wujud kepedulian pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan mata.
“Tahun 2026 ini pemerintah telah menyediakan anggaran untuk membantu masyarakat yang tidak mampu membiayai operasi katarak. Ini adalah bentuk kepedulian kami agar masyarakat bisa memperoleh pelayanan kesehatan yang layak,”ujar Elisa.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah mengedukasi masyarakat bahwa penyakit katarak dapat disembuhkan melalui tindakan operasi yang aman dan tidak perlu ditakuti.
“Kami ingin meyakinkan masyarakat bahwa katarak bisa ditangani dan dipulihkan melalui operasi. Banyak masyarakat masih takut karena operasi dilakukan pada mata, padahal tindakan ini aman. Mudah-mudahan pasien yang telah berhasil dioperasi dapat menjadi contoh sehingga masyarakat lain lebih percaya diri untuk memeriksakan matanya apabila mengalami gejala katarak,”katanya.
Elisa menambahkan, kerja sama dengan Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung sangat membantu masyarakat Papua Barat Daya karena dapat mengurangi kebutuhan rujukan pasien ke luar daerah. Dengan menghadirkan tenaga medis spesialis ke Sorong, lebih banyak pasien dapat memperoleh layanan tanpa harus menanggung biaya perjalanan dan akomodasi.
Elisa Kambu berharap kolaborasi tersebut tidak hanya terbatas pada operasi katarak, tetapi juga dapat dikembangkan untuk layanan kesehatan lainnya, seperti operasi jantung dan tindakan medis spesialis lainnya, sehingga pelayanan kesehatan di Papua Barat Daya semakin optimal dan efisien.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Papua Barat Daya, dr. Jan Pieter E.A. Kambu, mengatakan operasi katarak merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Tidak dalam rangka apa-apa, Operasi katarak ini adalah kewajiban pemerintah dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat,” tambahnya.
Pieter menjelaskan, sebanyak 110 pasien telah mendaftarkan diri untuk mengikuti operasi. Pelaksanaan operasi dijadwalkan berlangsung hingga 1 Juli 2026, sementara 2 Juli 2026 digunakan untuk observasi pascaoperasi.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, diterjunkan 10 dokter spesialis, terdiri atas 7 dokter dari Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung dan 3 dokter spesialis mata dari Provinsi Papua Barat.
Menurut Jan Pieter, katarak umumnya disebabkan oleh faktor usia, kekurangan asupan gizi tertentu, serta penyakit penyerta seperti diabetes.
Pieter mengimbau masyarakat untuk melakukan pemeriksaan mata secara rutin agar gangguan penglihatan dapat ditangani sejak dini.
“Program operasi katarak gratis ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, Dinas Kesehatan Papua Barat Daya, Yayasan Cicendo Rumah Sakit Pusat Mata Cicendo Bandung, Yayasan Setia Bakti, dan Yayasan Karya Alpha Omega,”tutupnya.













