SORONG, sorongraya.co-Pemerintah Kota Sorong bersama perwakilan Bank Indonesia melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah toko, distributor, dan pasar di Kota Sorong, Kamis (12/2/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok serta kestabilan harga bahan pokok (sembako) menjelang bulan Ramadhan.
Sidak dipimpin Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Kota Sorong, Milan Latumeten, didampingi stafnya serta perwakilan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Papua Barat.
Dalam sidak tersebut, tim melakukan pengecekan terhadap stok dan harga sejumlah komoditas seperti beras, minyak goreng, telur, cabai, tomat, bawang, serta berbagai jenis sayur-sayuran. Dari hasil pemantauan, harga kebutuhan pokok masih relatif terjangkau meski terdapat fluktuasi di beberapa komoditas.
“Hari ini harga masih tergolong murah, tetapi kami belum tahu minggu depan apakah akan naik lagi. Kami berharap harga bisa tetap stabil agar masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan dengan harga terjangkau,”ujar Milan kepada awak media.

Namun, pihaknya menemukan adanya kekosongan stok minyak goreng di beberapa distributor. Kondisi tersebut berdampak pada kenaikan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Kalau sesuai HET itu Rp15.700, tetapi tadi kami temukan ada yang menjual Rp16.500 per liter. Mungkin ada biaya distribusi atau faktor lain, tetapi ini tetap akan kami pantau,” tegasnya.
Milan mengimbau para distributor dan pedagang untuk bekerja sama dengan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang. Ia juga mengingatkan agar tidak melakukan spekulasi harga maupun penimbunan barang, terlebih menjelang hari besar keagamaan.
“Kalau bisa jangan berspekulasi, jangan menimbun atau menyimpan barang di gudang untuk kepentingan tertentu, apalagi menjelang hari besar keagamaan,” katanya.
Selain itu, pedagang juga diminta memperhatikan masa kedaluwarsa barang yang dijual demi menjaga keamanan dan kenyamanan konsumen.
“Kami mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir. Ketersediaan dan harga cukup aman. Sampai selesai bulan Ramadhan dan Lebaran, stok barang juga dipastikan aman,”tutupnya.

Sementara itu, Asisten Analis dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat, Cristian, mengatakan bahwa pihaknya juga tergabung dalam DPID, baik di tingkat provinsi maupun kota.
Ia menjelaskan bahwa keterlibatan tersebut merupakan bentuk tindak lanjut dari langkah awal Bank Indonesia dalam mengantisipasi adanya lonjakan harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), khususnya pada bulan Ramadan dan Idulfitri.
“Berdasarkan hasil pengawasan di pasar, baik pasar modern maupun pasar tradisional yang telah dikunjungi, terlihat bahwa stok dan harga bahan pokok relatif terjaga. Memang terdapat beberapa komoditas dengan harga yang cukup bervariasi, namun untuk ketersediaan stok, para pedagang memastikan barang tetap tersedia.,”ujarnya.
Untuk itu, lanjut Cristian Bank Indonesia mengimbau masyarakat agar tetap bijak dalam berbelanja menjelang Ramadan dan Idulfitri. Pemerintah daerah juga terus berupaya memastikan ketersediaan bahan pokok serta menjaga harga tetap terjangkau selama periode Ramadan dan Idulfitri.














