Pelepasan Tukik anak penyu belimbing secara simbolis oleh Dirjen KSDA Bersama Bupati Kabupaten Tambrauw dalam rangka peringatan HUT Kabupaten Tambrauw yang ke 10 (Foto: Kumala Dewi)
Metro

Pelepasan Tukik Belimbing Oleh Dirjen KSDA dan Bupati Tambrauw Serta Ritual Adat

Bagikan ini:
  • 7
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    7
    Shares

SAUSAPOR, sorongraya.co- Pemerintah Kabupaten Tambrauw bersama Direktur Jenderal Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup (KSDA) Republik Indonesia melakukan pelepasan tukik (anak) Penyu Belimbing dan berbagai ritual adat lainnya di pantai Sauorian Kabupaten Tambrauw, Senin, 29/10/2018.

Pelepasan Tiga ekor tukik (anak) penyu belimbing secara simbolis ini untuk mendukung tambrauw sebagai kabupaten konservasi penyu belimbing. Ini salah satu upaya yang dilakukan dalam rangka pengelolaan penyu yang memerlukan perlindungan dan pelestarian.

Direktur Jenderal KSDA, Wiratno saat diwawancarai media mengatakan, Tambrauw selain sebagai sebagai kabupaten konservasi hutan juga sebagai konservasi satwa diantaranya penyu belimbing yang harus dijaga dan dilestarikan

Tiga ekor tukik penyu belimbing yang akan dilepas ke laut sebagai simbol pelestarian daerah konservasi laut. (Foto: Kumala Dewi)

Kabupaten Tambrauw memiliki beberapa daya tarik wisata yang hampir sebagian meliputi kawasan konservasi baik hutan dan laut maupun beberapa hewan endemik yang dilindungi dan dapat dijadikan sebagai potensi unggulan.

“Dengan pelepasan tukik secara simbolis ini saya berharap akan kesadaran masyarakat untuk menjaga dan melestarikan satwa yang terbilang cukup langka ini,” ujarnya

Menurutnya, Penyu Belimbing adalah penyu terbesar di dunia dan terdapat tujuh jenis penyu, enam di antaranya terdapat di Indonesia salah satunya kabupaten tambrauw. Bersebelahan utara dengan Samudera Pasifik menjadikan tambrauw sebagai tempat ternyaman bagi penyu belimbing.

Ia berharap masyarakat dan semua pemangku kepentingan dapat melindungi satwa laut (penyu belimbing) yang bermigrasi melintasi Samudera Pasifik maupun Atlantik ini.

Senada disampaikan Bupati Kabupaten Tambrauw, Gabriel Asem jika pelepasan tukik (anak penyu) secara simbolis ini bertujuan agar mencerdaskan masyarakat akan pentingnya menjaga satwa laut, bukan hanya penyu tetapi semua kehidupan yang ada di laut harus dijaga.

“Masyarakat tambrauw dari hari ke hari semakin paham akan pentingnya pelestarian satwa laut, sebagai kabupaten konservasi, saya terus menyuarakan jaga hutan kita dan jaga laut kita untuk keberlangsungan anak cucu kita di masa mendatang,” tandas Gabriel.

Pelepasan tukik anak-anak penyu belimbing secara simbolis ini dilakukan dalam rangka peringatan HUT kabupaten tambrauw yang ke 10 . Adapun kegiatan dilakukan antara lain, Penanaman pohon dan Barapen (Bakar Batu) Berita Terpisah. [dwi]


Bagikan ini:
  • 7
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    7
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.