Kepala BPKAD Kabupaten Raja Ampat, Orideko Burdam, M.Ec.Dev, selaku Ketua Panitia Festival Suling Tambur di Kabare
Metro

Orideko: Festival Suling Tambur di Kabare Ditunda Sampai 21 September 2018

Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG,sorongraya.co- Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Raja Ampat, Orideko Burdam, M.Ec.Dev, yang juga selaku Ketua Panitia Festival mengatakan, Event Suling Tambur yang awalnya direncanakan di kampung Kabare, Distrik Waigeo Utara tanggal 18-20 September, mengalami penundaan sampai tanggal 21-23 September 2018.

Penundaan ini terjadi dikarenakan Bupati Kabupaten Raja Ampat, Abdul Faris Umlati, S.E sedang berada di Luar Negeri (Italy-red) sampai tanggal 20 September mendatang. Sesuai permintaan dari masyarakat festival yang bertajuk kesenian budaya ini harus dihadiri langsung oleh Bupati sebagai kepala daerah.

“Itu keinginan masyarakat, jadi harus tunggu sampai Bupati tiba,” ujarnya kepada sorongraya.co melalui pesan singkat. Rabu, 12/09/18.

Suling Tambur Raja Ampat (Foto: Google)

Lanjutnya, Festival Suling Tambur yang akan diadakan nanti bersifat terbuka untuk umum. Peserta yang terlibat tidak hanya dari pulau waigeo utara tetapi dari seluruh di Kabupaten Raja Ampat. Bahkan, group yang dari luar Kabupaten Bahari ini juga dapat bergabung untuk meramaikan event tersebut.

“kami sangat senang dan terimakasih, jika ada group suling tambur yang dari luar raja ampat mau ikut bergabung, akan kami layani dan menerima mereka,” tambahnya.

Menurutnya, Persiapan event tersebut sudah mencapai 80 persen dan sudah dilakukan survei kelayakan, dimana masyarakat setempat sangatlah antusias dan sudah persiapkan diri sejak Juli 2018.

“kami sudah lakukan survei tempat dan tinggal mempersiapkan segala sesuatunya sampai hari H,” tandanya.

Festival Suling Tambur ini merupakan upaya dari Pemerintah Kabupaten Raja Ampat untuk melestarikan budaya dan kesenian lokal. Gelaran yang dikemas dalam sebuah ajang pertunjukkan seni dan budaya ini bertujuan untuk melestarikan budaya leluhur dan kesenian lokal Raja Ampat secara turun temurun. [dwi]


Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.