Puluhan penumpang padati ruang tunggu Bandara DEO Sorong. [foto: junaedi-sr]
Metro

Operasional Bandara DEO Mulai Dilakukan Bertahap

Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG, sorongraya.co – Operasional Bandar Udara Domine Eduard Osok Kota Sorong secara bertahap dibuka mulai, Senin pagi (22/06/2020). Hal ini dilakukan mengingat Kota Sorong merupakan daerah transit untuk menuju ke daerah lain yang ada di Papua dan Papua Barat.

Wali Kota Sorong, Lambert Jitmau, yang sempat meninjau dan menyaksikan secara langsung aktivitas kedatangan penumpang di Bandara DEO, Senin pagi sempat memarahi petugas bandara lantaran tidak melakukan pengaturan secara terhadap penumpang yang datang berdasarkan daerah tujuan.

Wali Kota Sorong bahkan menanyakan satu persatu, tujuan penumpang yang baru turun dari pesawat sebelum, menuju meja pemeriksaan administrasi kesehatan.

Pembukaan ini hanya bersifat sementara, apabila angka positif virus korona bertambah, Pemkot Sorong akan kembali menutup Bandara DEO dan Pelabuhan Sorong.

Lambert Jitmau menegaskan, kita lihat terjadi tren penurunan angka covid-19, ya bandara dan pelabuhan Sorong tetap buka. Namun, kalau naik, perlu dipertimbangkan. Jika hal itu terjadi, pasti kami akan rapat mengambil langkah-langkah yang terbaik bagaimana baiknya untuk mengatasi virus ini.

Lambert menambahkan, pesawat yang diizinkan membawa penumpang, dari luar kota Sorong, hanya rute Jakarta langsung ke kota Sorong, sedangkan rute dari daerah lain belum diizinkan masuk. Sementara penerbangan ke luar, bisa ke tujuan mana saja di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Kepala Bandara DEO, Rasburhany Umar, menyatakan, kami hari ini melayani untuk penumpang datang, tentunya dengan persyaratan-persyaratan dokumen kesehatan yang harus dipenuhi sesuai Surat Edaran yang dikeluarkan oleh Dirjen Pelabuhan Udara dan Surat Edaran Gugus Tugas Nasional. Itu yang kami awasi pelaksanaannya oleh maskapai yang dilaksanakan oleh ground handling ataupun yang lainnya. Khusus di areal bandara.

Penumpang yang diizinkan masuk Sorong, hanya bagi mereka yang memiliki KTP Kota Sorong dan Kabupaten lainnya, seperti Raja Ampat, Maybrat, Sorong Selatan dan Kabupaten Tambrauw, atau mereka yang memiiki surat tugas dari instansi, jika akan bertugas di wilayah Sorong Raya,” ujar Rasburhany. [jun]


Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.