Metro

Nelayan Tambrauw Mengeluh Maraknya Rumpon Liar Hasil Ikan Berkurang

Bagikan ini:
  • 48
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    48
    Shares

SAUSAPOR,sorongraya.co – Nelayan Kabupaten Tambrauw mengeluh hasil tangkapan ikan mulai berkurang lantaran maraknya rumpon (alat bantu tangkap ikan) liar yang kini keberadaannya mulai diresahkan seluruh nelayan.

Akibat situasi ini, sejumlah nelayan melakukan diskusi dan gelar pendapat bersama Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Tambrauw beberapa waktu lalu, terkait permasalahan keberadaan rumpon liar di perairan Kabupaten Tambrauw.

Salah satu nelayan tambrauw, Herman yang turut merasakan dampak keberadaan rumpon liar ini meminta Pemerintah Daerah Tambrauw melalui Dinas Perikanan agar dapat mengambil tindakan tegas, segera membentuk wadah resmi dengan membentuk regulasi agar seluruh nelayan dapat tertata dengan baik dan terstruktur sehingga kebijakan yang dilanggar dapat dipertanggung jawabkan.

“Kami seluruh nelayan berharap dinas perikanan kabupaten tambrauw dapat menertibkan keberadaan rumpon-rumpon liar yang ada di sekitar perairan tambrauw, karena setahun belakangan hal ini sudah membuat resah kami, otomatis pendapatan kami juga menurun drastis. Kita ketahui tingkat daya beli ikan di sausapor cukup tinggi sehingga mau tak mau harga ikan yang kami jual juga tinggi,”kata Herman belum lama ini.

Sementara itu Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tambrauw, Linderd Rouw mengatakan, terkait rumpon liar seperti yang dikeluhkan seluruh nelayan, secepatnya akan dilakukan pengecekan keberadaan dan status kepemilikan rumpon-rumpon tersebut.

“Pastinya semua melalui mekanisme yang berlaku, seluruh aspirasi ini menjadi acuan untuk kami meninjau langsung keberadaan rumpon-rumpon liar ini termasuk status izin dan kepemilikan rumpon tersebut, kalau terbukti tidak memiliki izin pasti akan kami ditertibkan,”pungkasnya. [dwi]


Bagikan ini:
  • 48
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    48
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.