SORONG, sorongraya.co – Sejumlah tokoh intelektual muda muslim asli papua barat daya mendeklarasikan diri untuk membentuk Majelis Muslim Papua Barat Daya atau MMPBD. Pembentukan ini merupakan tindaklanjut dari Muslim Papua Wilayah Doberay.
Jalil Usman Ugaje dan Fatra Muhammad Soltief ditunjuk sebagai Ketua dan Sekretaris sementara, Majelis Muslim Papua Barat Daya.
“Pada malam ini, 5 September 2026, kami bersepakat membentuk Majelis Muslim Papua Barat Daya. Ke depan majelis ini menjadi media untuk mengakomodir aspirasi umat Islam di Provinsi Papua Barat Daya,” ujar Jalil dalam deklarasi tersebut. Senin, 07 September 2026.
Jalil berharap MMPBD dapat menjadi wadah menyuarakan aspirasi umat Muslim asli Papua khususnya wilayah sorong raya, sekaligus mendorong pembangunan masyarakat di wilayah tersebut.
“Kami berharap ke depan organisasi ini menjadi wadah menyuarakan aspirasi umat Muslim asli Papua yang ada di wilayah budaya Doberay,” katanya.

Usai pembentukan struktur, langkah selanjutnya adalah melengkapi legalitas organisasi. Pengurus juga akan melakukan konsolidasi ke kabupaten/kota di wilayah Papua Barat Daya untuk membentuk kepengurusan daerah.
“Pengurus sudah terbentuk. Ke depan kami akan melengkapi legalitas, kemudian melakukan konsolidasi ke kabupaten dan kota untuk membentuk cabang-cabang,” jelasnya.
Baca: Telkomsel Siapkan Talenta Digital Berkompetensi AI Untuk Jawab Kebutuhan Industri Digital
Sekretaris Majelis Muslim Papua Barat Daya, Fatra Muhammad Soltief mengatakan kehadiran MMPBD dinilai penting dan mendesak agar dapat hadir di tengah masyarakat adat, di wilayah budaya Doberay.
“Kami melihat ini urgen dan penting untuk segera hadir di tengah masyarakat adat di wilayah budaya Doberay. Kami mendeklarasikan diri sebagai wadah Muslim Asli Papua yang berkorelasi erat dengan adat, istiadat, dan budaya di masing-masing wilayah adat kami,” pungkasnya.
Baca juga: Polisi Temukan 162 Gram Ganja dan Dua Terduga Pelaku
Ircha Wainsyaf, salah satu inteletual muslim asli papua menyebutkan bahwa terbentuknya Majelis Muslim Papua Barat Daya merupakan langkah tepat. Hal ini disebabkan kondisi kekinian yang mengharuskan MMPBD harus hadir di tengah masyarakat muslim asli papua barat daya.
“Lembaga ini tidak bernaung langsung dengan majelis muslim papua, kami berbeda provinsi. Dalam waktu dekat kami akan laksanakan rapat kerja dan membuka sayap-sayap organisasi di tingkat kabupaten kota,” tutur ircha.















