Warga menolak keberadaan pasien covid-19. [foto: adlu-sr]
Metro

Kurangnya Koordinasi Menyebabkan Pasien Positif COVID-9 Ditolak Warga

Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Manokwari, sorongraya.co – Bapa, tolong kitong Orang Papua ini sudah sedikit, jadi bawa dorang karantina di Rumah Sakit Provinsi kah, bawa ke Polda kah, jangan di sini sudah yo. Begitulah ucapan seorang warga kepada Ketua Tim Pelaksana Gugus Tugas Papua Barat, Bupati serta Sekda Manokwari, Jumat 17 April 2020.

Warga menolak keberadaan pasien positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang hendak ditempatkan di Balai Latihan Koperasi sebagai tempat karantina.

Penolakan warga inipun mendapatrespon Ketua Gugus Tugas Pencegahan COVID-19 Papua Barat, Derek Apnir. Menurutnya, mereka ditempatkan di Balai Latihan Koperasi ini hanya untuk sementara waktu, menunggu kesiapan tempat tidur di ruang isolasi Rumah Sakit Daerah Provinsi Papua Barat.

Setelah menunggu beberapa saat kemudian sebuah mobil dengan Nomor polisi PB1843 MM meluncur menuju balai karantina, mobil tersebut di awali petugas medis yang berpakaian lengkap alat pelindung diri masuk ke halaman balai pelatihan koperasi, selang beberapa waktu mobil kemudian mengevaluasi para pasien positif Covid19 itu ke Rumah Sakit Provinsi.

Sementara itu, Bupati Manokwari, Demas Paulus Mandacan mengatakan, dari awal penempatan pasien positif covid-19 tidak dikoordinasikan secara baik antara Satgas Provinsi dengan Majelis Rakyat Papua Barat yang sementara ini berkantor di Balai Latihan Koperasi Papua Barat.

Saat ini pihaknya tengah memikirkan untuk menempatkan pasien positif covid-19 di RS Provinsi Papua Barat, mengingat di bagian belakang balai latihan koperasi terdapat perumahan warga.

” Tadi saya sudah telepon Pak Gubernur konfirmasi bahwa di rumah sakit provinsi sudah tersedi 150 tempat tidur, namun yang siap pakai 30 tempat tidur. Jadi, sekarang baru pasien yang masuk,” jelas Mandacan.

Bupati memastikan 2 warga yang dinyatakan positif covid-19 saat ini bukan termasuk 3 orang warga yang sebelumnya sempat di tolak ketika tiba di Bandara Rendani setelah pulang dari Makassar. [adl]


Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.