KSDA PB saat menggelar masyarakat peduli api di kabupaten tambrauw. (Foto: Trisna)
Metro

KSDA PB Gelar Kegiatan Pembentukan Masyarakat Peduli Api di Tambrauw

Bagikan ini:
  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    3
    Shares

SAUSAPOR, sorongraya.co- Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam  (KSDA) Papua Barat menggelar kegiatan pembentukan masyarakat peduli api yang berlangsung di Aula kantor Bupati Tambrauw, Sausapor, Senin kemarin 15/10/18.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah Dua Balai Besar KSDA Papua Barat, Muhamad Kasim saat diwawancarai awak media mengatakan, kegiatan yang dilakukan bertujuan untuk membekali masyarakat dengan mencari tahu bagaimana api itu terjadi dan sumbernya dari mana.

“Masyarakat peduli api yaitu masyarakat yang memiliki pemahaman serta keinginan untuk sama-sama melaksanakan proses pencegahan penanggulangan pembakaran hutan di wilayah mereka masing-masing,” ujar Kasim.

KSDA Papua Barat membawahi 13 Kabupaten dan satu Kota yang ada di Provinsi Papua Barat, terkait dengan navigasi iklim oleh Peraturan Direktorat Jendral harus segera dibentuk masyarakat peduli dengan api.

Menurutnya Kabupaten Tambrauw menjadi target seksi wilayah dua. Dan desa-desa yang berhubungan dengan konservasi balai besar KSDA Papua Barat untuk melaksanakan tujuan tersebut.

“Kelompok-kelompok pembentukan api ini baru pertama kali kami lakukan di Tambrauw yang diawali dengan pemilihan daerah sasaran. Dimana Kabupaten Tambrauw sebagai kabupaten konservasi terbesar di Papua Barat.

“Karena beberapa saat kemarin ada penduduk mengalami kebakaran dan mereka meminta pendapat mengenai kebaran yang pernah terjadi,” katanya.

Kasim menambahkan untuk penebangan liar kawasan konservasi menjadi tanggung jawab Balai Besar KSDA yang masih memiliki Polisi Ke sampai sekarang.

“Memang sudah terbentuk balai hukum tetapi tidak semua tetapi polisi kehutanan tidak semua ada di balai hukum,” pungkasnya. [tri]


Bagikan ini:
  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    3
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.