Kapolda Papua Barat, Brigjen Rudolf Alberth Rodja bersama anggota Polisi saat menbersihkan sampah disepanjang jalan Lido. Sabtu, 23 Februari 2019. /Foto: Junaedi
Metro

Kapolda PB Harap Pemda Kota Sorong Terbitkan Perda Kebersihan Lingkungan

Bagikan ini:
  • 165
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    165
    Shares

SORONG, sorongraya.co – Menyikapi penilaian Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tentang Kota Sorong yang masuk dalam kategori kota Terkotor di Indonesia, Kapolda Papua Barat, Brigjen Rudolf Alberth Rodja berharap Pemerintah Kota Sorong (Pemkot) menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur tentang kebersihan lingkungan.

Seperti disampaikan Kapolda dalam aksi pembersihan sampah di sepanjang pantai Lido Sorong dan ruas jalan utama bersama Komunitas Gerakan Indonesia Bersih (GIB) yang melibatkan Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Pemerintah Kota Sorong. Sabtu, 23 Februari 2019.

“Harus ada perda yang mengatur tentang kebersihan lingkungan yang disertai dengan sanksi kurungan badan atau denda besar. Bila perlu, pemda libatkan pihak kepolisian agar mampu memberikan efek jera bagi pelaku pencemaran lingkungan,”kata Rodja.

Menurut Rodja, dengan adanya Perda, bagian dari upaya paksa masyarakat menaati peraturan. Pasalnya, banyak yang tidak sadar telah mencemari lingkungan.

“Jika ada perda kebersihan lingkungan juga harus ada Perda larangan penggunaan kantong plastik, karena penggunaan kantong plastik ini sudah tidak diperbolehkan lagi di toko-toko maupun mall,”jelasnya.

Pembersihan sampah sepanjang Lido sampai ke Lapangan Hocky Kota Sorong. Sabtu, 23 Februari 2019. /Foto: Junaedi

Lanjut dikatakan, aksi yang dilakukan ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional 2019 yang dilaksanakan di Sorong. Mengingat Kota Sorong masuk dalam kategori kota Terkotor di Indonesia sesuai penilaian KLHK beberapa waktu lalu.

“Saya sangat berharap, kegiatan bersih-bersih seperti ini harus terus digalakkan untuk menghapus predikat kota sorong sebagai salah satu kota terkotor di Indonesia,”harapnya.

Selain membersihkan pantai Lido Komunitas yang terdiri dari ratusan anggota Polri, TNI dan pelajar ini juga melakukan pembersihan di tiga titik yaitu, kawasan pantai Pelabuhan Rakyat, Pantai Halte Doom dan kawasan Pantai Boswezen.

Tak hanya di darat, pembersihan sampah di dalam laut juga dilakukan oleh anggota Polisi Air dan Udara (Polairud) Polda Papua Barat yang menyelam dan memungut sampah yang ada di dasar laut sepanjang pesisir pantai Lido. [jun]


Bagikan ini:
  • 165
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    165
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.