Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Barat (MRP-PB) melakukan kunjungan kerja dengan menyambangi Lembaga Adat Perempuan Papua (LAPEPA) Raja Ampat, Rabu (3/04) Pagi.
Metro

Jaring Aspirasi Perempuan R4, Ini Pernyataan MRP PB

Bagikan ini:
  • 50
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    50
    Shares

WAISAI,sorongraya,co – Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Barat (MRP-PB) melakukan serangkaian kunjungan kerja (kunker), salah satunya dengan menyambangi Lembaga Adat Perempuan Papua (LAPEPA) Raja Ampat.

Ketua Pokja MRP-PB Cristiana Ayello, SH, menjelaskan, kunker ini merupakan kali pertama dilakukan dengan mengunjungi LAPEPA Raja Ampat. Karena program yang ditawarkan menjadi prioritas dan selanjutnya akan dibahas oleh MRP-PB.

“MRP-PB sejauh in berupaya yang terbaik bagi orang asli papua, khususnya perempuan raja ampat. salah satunya perekrutan CPNS yang tetap akan dikawal sampai sejauh mana hasil akhirnya,”ujar Cristiana. Rabu, 3 April 2019.

Senada disampaikan Ketua LAPEPA Raja Ampat, Naomi Sakaipele bahwa program kerja LAPEPA saat ini adalah untuk memberdayakan mama mama pedagang pasar guna meningkatkan usahanya. Selain itu, memberikan penyuluhan baik di bidang pendidikan maupun kesehatan.

“Hal ini menjadi program prioritas LAPEPA saat ini,”kata Naomi.

Lanjut dikatakan, saat ini pihaknya tengah menjalin kerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Raja Ampat. Dimana tujuan kerjasama ini sebagai landasan untuk pelaksanaan kegiatan program perlindungan dan pemenuhan perempuan.

Menurutnya, kerjasama ini penting dilakukan karena pemerintah tidak mungkin bisa bekerja sendiri untuk mewujudkan perempuan yang mandiri. Selain itu, kerjasama ini menjadi sinergi seluruh stakeholder termasuk lembaga masyarakat yang memang perlu dilakukan guna pemenuhan dan perlindungan hak perempuan dan anak.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Raja Ampat, Sity Syam menuturkan, menjadi program prioritas, pihaknya telah mengunjungi 117 kampung dan 24 Distrik yang ada di raja ampat guna mensosialisasikan tingkat kekerasan pada perempuan dan anak.

“Kedepan kami akan membangun rumah singgah bagi Perempuan dan Anak. Jadi mama-mama marilah bantu kami pemerintah untuk mengatasi kekerasan kepada perempuan dan anak,”serunya.

Langkah ini menurutnya sangat positif untuk menunjukkan kabupaten raja ampat memiliki komitmen yang kuat di dalam pemenuhan hak perempuan dan anak. Terutama dalam berbagai kegiatan bersama masyarakat dan juga upaya mengembangkan kapasitas forum anak baik di tingkat distrik hingga kabupaten.

“Saya harapkan mama yang punya anak, bimbinglah anaknya dengan baik, kasih sekolah dan tinggalkan pergaulan bebas,”pungkasnya. [drk]


Bagikan ini:
  • 50
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    50
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.