Sekda Papua Barat Nataniel D. Mandacan (Tengah) bersama Kepala Litbang Papua Barat yang juga Ketua Panitia ICBE, Prof Dr Charlie D Heatubun, S.Hut. M.Si, FLS (Kiri) dan Dr Keliopas Krey, S.Pd., M.Si usai menggelar konferensi pers sesat sebelum pembukan ICBE yang digelar di gedung PKK Papua Barat, Minggu siang, 7 Oktober 2018. (Foto : Kris Tanjung)
Metro

ICBE Dipastikan Dorong Kemajuan Papua Barat

Bagikan ini:
  • 36
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    36
    Shares

MANOKWARI, sorongraya.co- Dalam rangka memacu kemajuan wilayah Papua pada umumnya, baik dalam peningkatan pelayanan di bidang Pemerintahan dan Sumber Daya Alam (SDA). International Conference on Biodiversity Ecotourism and Creative Economy of Papua (ICBE) dipastikan bakal mendorong kemajuan pembangunan di Papua Barat.

Konferensi International tentang keanekaragaman Hayati ekowisata tantangan dan kesempatan Pelestariannya (West Papua Biodiversity and Conservation Challenges) dan ekonomi kreatif di tanah papua yang dimulai hari ini, Minggu 7 Oktober 2018 yang mempercayakan Papua Barat sebagai tuan rumah.

Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua Barat, Nataniel D. Mandacan mengatakan digelarnya konferensi ini bertujuan memperkenalkan konsep dan inisiatif Provinsi sebagai solusi cerdas membangun berkelanjutan secara global.

Pemeriintah Daerah sebagai motivator mendorong dengan menyediakan ruang bagi masyarakat. Yakni melahirkan Peraturan Daerah Khusus (Perdasus) sebagai Payung Hukum Konservasi di Papua Barat.

“Kami berharap tahun ini bisa mulai seutuhnya menerapkan program-program konservasi. ICBE ini sangat menguntungkan kemajuan Papua Barat,” ucap Nataniel saat menggelar konferensi pers sesaat sebelum pembukan ICBE yang digelar di gedung PKK Papua Barat, Minggu siang, 7 Oktober 2018.

Menurutnya program konservasi Papua Barat perlu diadakan sosialisasi berkelanjutan, agar dapat memberikan peran dan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dalam kegiatan pelestarian dan pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) yang langsung dikelola dan hasilnya bisa dirasakan oleh mayarakat.

Sementara itu, Kepala Litbang Papua Barat yang juga Ketua Panitia ICBE, Prof Dr Charlie D Heatubun, S.Hut. M.Si, FLS mengatakan kawasan konservasi merupakan tanggung jawab dan wewenang pemerintah daerah dalam mengsingkronisasikan tataran masyarakat adat.

“Nah, ini yang perlu disingkronkan dengan memberi pemahaman untuk mengubah paradigma pada masyaraka adat,” terangnya.

Lanjutnya sejauh ini pemerintah Papua Barat memiliki perhatian yang besar terhadap masyarakat adat. Sebagai bukti lanjutnya tahun ini telah dibentuk Forum Kemiteraan Pembangunan (FKP) Papua Barat.

Kegiatan ICBE ini akan berlangsung hingga, Rabu 10 Oktober 2018 mendatang. [krs]


Bagikan ini:
  • 36
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    36
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.