Albert Kaihatu, Ketua Satgas Covid-19 Raja Ampat. [foto: david-sr]
Metro

Gugus Tugas Covid-19 R4 Akan Tindak Tegas Speedboat Keluar Masuk Sorong-Waisai

Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WAISAI, sorongraya.co – Tim Gugus Tugas Percepatan Panangulangan Penyebaran Covid -19 Raja Ampat, akan menindak tegas transportasi laut atau speed boat yang keluar masuk Sorong-Waisai. Hal ini diberlakukan guna pencegahan penyebaran wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Ketua Satgas Covid-19 Raja Ampat, Albert Kaihatu menyampaikan, langka-langka yang akan dilakukan antara lain pengawasan secara tegas di pesisir distrik Kota Waisai.

“Melihat kondisi saat ini,  dengan bertambahnya positif Covid maka akan dilakukan tindakan atau sangsi tegas bagi sudara-sudara kita yang malakukan perjalanan Sorong-Waisai tanpa pemberitauan atau izin dari tim satgas Covid-19 Raja Ampat yang saat ini siap siaga di pelabuhan Falaya Kota Waisai,” tegas Albert pada Confrensi pers di kantor Bupati, Selasa 05 Mei 2020.

Untuk speedboat lanjut Albert, di luar Waisai yang beroperasi keluar-masuk Waisai akan diadakan pemeriksaan kartu  Pass atau semacam surat izin pengendara speed. Jika terdapat tidak memiliki kartu pass maka Speedboatnya akan kami tahan.

Tak hanya itu, tim satgas kabupaten juga akan mempertegas tim satgas kelurahan untuk melakukan langka tegas kontrol bagi masyarakat yang keluar masuk di Sorong-Waisai pada kelurahanya masing-masing.

“Jika bagi masyarakat yang ingin keluar jauh dari waisai agar dapat melapor diri di tim satgas yang berada di pelabuhan untuk dapat mengambil data dan di beri izin oleh tim satgas Covid- 19 Raja Ampat yang saat ini stey di pelabuhan Falaya,” ajaknya.

Albert menegaskan, apabila ada penumpang dari sorong ke waisai yang biasanya tiba pada malam hari agar besoknya bisa melapor ke tim satgas Covid-19 untuk dapat melakukan pemeriksaan.

Dengan kondisi seperti ini, maka tim satgas akan bekerja sama dengan pihak keamanan, Sipil dan elemen masyarakat untuk bersama – sama menjaga daerah bahari ini agar secepatnya terbebas dari zona merah.

“Perlu diketahui juga tentang Pemberhentian Sosial Berskala Besar (PSBB) kita berharap agar di waisai tidak dapat di terapkan karena waisai ini terlalu kecil, jika kita paksakan masyarakat bisa kelaparan, kita lihat saja di kota-kota besar saat ini yang berlakukan PSBB pun tak bertahan lama, ” pungkasnya. [dav]


Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.