Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan saat melepas balon dengan pamflet bertuliskan "Dirgahayu Provinsi Papua Barat ke-19" tanggal 12 Oktober 2018. (Foto: Redaksi)
Metro

Gubernur PB: Tokoh Penting Pejuang Papua Barat Jangan Dilupakan

Bagikan ini:
  • 14
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    14
    Shares

MANOKWARI, sorongraya.co- Gubernur Provinsi Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan meminta agar sejumlah nama tokoh penting yang ikut berjuang dalam pemekaran jangan sampai dilupakan. Pasalnya, sejumlah nama pejuang terbentuknya Daerah Otonom Baru (DOB) seakan terabaikan dalam penyusunan sambutan tertulis Lintas Sejarah Provinsi PB.

Saat pembacaan sambutan tertulis, Gubernur menyampaikan protes karena penyusunan sejarah terbentuknya Provinsi Papua Barat ada nama-nama yang tidak dimasukkan

“Lintas sejarah terbentuknya Provinsi Papua Barat yang dibacakan dalam Dirgahayu ke-19 itu sudah benar, namun ada sejumlah nama- nama penting para pejuang Papua Barat lupa dimasukkan,” ujar Dominggus dalam Upacara peringatakan HUT Papua Barat yang ke-19 tahun, tanggal 12 Oktober 2018 yang berlangsung di Pendopo perkantoran Gubernur.

Menurutnya redaksi lintas sejarah terbentuknya Papua Barat yang dibacakan sudah Iama Ia dengar dan berulang kali sejak dirinya masih menjabat sebagai Bupati Manokwari Dua Periode, kemudian diangkat sebagai Kepala Suku Besar Arfak, Karateker Bupati Pegunungan Arfak hingga sekarang menjadi orang nomor 1 di Provinsi ini masih saja sama, tidak berubah.

“Seakan-akan hanya pihak-pihak tertentu saja yang berperan sementara yang lainnya tidak. Padahal semua bekerja dengan perannya masing-masing,” Kata Dominggus

Dominggus menegaskan, saat Ia menjabat sebagai Bupati Manokwari dan Kepala Suku Besar Arfak Ia memberikan jaminan, mempersatukan masyarakat sehingga Provinsi Papua Barat bisa hadir dan beribukota di Manokwari.

“Harus diuraikan dalam lintas sejarah yang saat itu menjabat sebagai Dandim, Kapolres, Kafasharkan TNI-AL Manokwari, Rektor Unipa, Kajari dan Ketua PN Manokwari itu siapa saja, harus diuraikan secara rinci” tegas Dominggus yang disambut tepuk tangan meriah dari peserta upacara.

Dominggus juga mengingatkan bahwa saat itu Provinsi Papua Barat hadir dalam kondisi Pro dan Kontra bahkan masyarakat bukan meminta pemekaran tetapi Merdeka. Namun Ia mampu membangun komunikasi dengan masyarakat untuk memberikan pemahaman yang bijak.

“Puji Tuhan saat itu masyarakat kita bisa menerima, bersatu hati dan pikiran memekarkan Provinsi Papua Barat, yang jelas Tuhan dan Rakyat tahu kerja saya, saya tidak mau menunjukan atau menyombongkan diri” pungkasnya. (***)


Bagikan ini:
  • 14
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    14
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.