Metro

Generasi Muda Membangun Perilaku Dengan Mendukung Penguragan Sampah Styrofoam

Bagikan ini:

JAKARTA,sorongraya.co-Perubahan perilaku masyarakat khususnya generasi muda menjadi salah satu kunci untuk mendukung pengurangan sampah abadi yaitu styrofoam.

Proses pembuatan pelepasan styrofoam 57 jenis zat berbahaya ke udara, limbah ini dapat bertahan selama ratusan tahun tanpa biodegradasi

Penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengungkapkan, mayoritas dari 59% sampah plastik yang mengalir di sembilan muara sungai ke Teluk Jakarta adalah styrofoam berbentuk wadah makanan. Lebih lanjut data ini juga menjelaskan, dari 18 kota utama Indonesia menemukan 0,27 juta ton hingga 0,59 juta ton sampah masuk ke laut selama kurun waktu 2018. Sampah yang paling banyak ditemukan adalah sampah styrofoam.

“Sustainable living sudah harus menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari, langkah awal bisa dimulai dari rumah sendiri. Menurut Laporan Bappenas 2021, food loss dan food waste Indonesia selama 2000 – 2019 mencapai 150 – 184 kg perkapita pertahun yang seharusnya bisa memberi makan 29-47% populasi kita. Jumlah itu juga berpengaruh pada ekonomi kita yaitu setara dengan 4% – 5% PDB Indonesia. Kita bisa mengurangi kerugian ini dengan bersinergi bersama dalam pengelolaan sampah dan mengingatkan produsen untuk segera beralih ke wadah yang lebih ramah lingkungan” ujar Co-Founder & COO Garda Pangan, Dedhy Bharoto Trunoyudho
saat kegiatan edukasi Webinar “Building A Sustainable Living by #SayNoToStyrofoam” yang dilaksanakan pada Minggu (18/12) secara daring

Sdmentara, Samira Jha, Co-Founder of The Antheia Project akan terus mengedukasi seluruh lapisan masyarakat mengenai bahaya sampah styrofoam dan perlunya membangun kehidupan berkelanjutan untuk masa depan kita bersama.

The Antheia Project sadar diperlukan dukungan dari pihak-pihak pemegang kebijakan untuk segera mengeluarkan peraturan terkait pengelolaan sampah styrofoam, juga agar para pelaku industri yang masih menjalankan bisnis secara tidak sustainable segera menyiapkan strategi agar produknya lebih ramah lingkungan dan dapat terurai seutuhnya ” ujar Samira.


Bagikan ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.