Metro

Gawat, Tiga Klinik Di Kota Sorong Tidak Miliki Tenaga Analis Kesehatan

Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG,sorongraya.co- Tiga klinik yang ada di Kota Sorong, diantaranya klinik khitan Zhifa, Tiara Nusantara dan klinik Prima Medical Center untuk sementara menutup layanan tes cepat atau rapid test bagi warga yang akan mengurus surat perjalanan.

Alasan penutupan ini dikarenakan ketiga klinik tersebut tidak memiliki analis kesehatan, yang bertanggung jawab untuk melakukan rapid test. Penutupan tiga klinik ini juga berdasarkan Surat Pemberitahuan nomor 440/1815/x/2020/ tertanggal 09 oktober 2020, yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kota Sorong.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Sorong, Sulje Siwabessy sulje saat dikonfirmasi awak media, Senin siang 12 Oktober 2020 menjelaskan, lasan penutupan layanan rapid test, salah satunya karena tiga klinik ini tidak memiliki tenaga analis kesehatan, yang bertanggung jawab untuk melakukan rapid test.

menurut sulje/ yang memiliki tugas dan fungsi untuk menentukan hasil rapid test/ adalah seorang analis kesehatan/ bukan seorang perawat kesehatan// penutupan ini akan berlangsung/ hingga pihak pengelola klinik-klinik tersebut/ menyediakan tenaga analis kesehatannya//

Untuk klinik yang dilarang ada 3, yaitu klinik Zhifa, kemudian Tiara Nusantara dan PMC (Prima Medical Centre). Kenapa kami larang karena dia tidak memiliki analis kesehatan yang bisa bertanggung jawab dalam pemeriksaan rapid test. Karena yang punya tupoksi adalah analis kesehatan bukan seorang perawat. Makanya kami menutup sementara untuk tidak melakukan rapid test sampai dia menyiapkan analisnya,” tambah Sulje.

[SPACE IKLAN]
Dinas kesehatan kota Sorong pun tak menampik jika pihaknya menemukan bahwa ketiga klinik ini sudah ratusan kali melakukan rapid test bagi warga yang akan mengurus surat izin perjalanan. Namun, dinas kesehatan baru mengetahui kalau selama ini ketiga klinik tersebut/ tidak memiliki analis sebagai syarat layanan rapid test.

Hingga pernyataan resmi daei dinkes kota Sorong dikeluarkan, pengelola ketiga klinik tersebut belum dapat dikonfirmasi.

Dari data yang di dapat menyebutkan, sedikitnya ada tujuh klinik yang melakukan rapid test. Tiga klinik sementara dibekukan, sambil menunggu kelengkapan, sedangkan empat klinik lainnya dianggap aman untuk jalani rapid tes, yaitu/ klinik prodia dan klinik RSAL Oetojo di Jalan Jendral Ahmad Yani, klinik Sinifagu dan klinik Bintang Timur.[jun]


Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.