FKUB Kabupaten Sorong saat menggelar Rakor dalam rangka memelihara kerukunan antar umat beragama terdahap aksi teroris. /Foto: Istimewa
Metro

FKUB Kabupaten Sorong Ajak Warga Tidak Terprovokasi Aksi Teroris

Bagikan ini:
  • 55
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    55
    Shares

AIMAS,sorongraya.co – Menyikapi peristiwa kemanusiaan yang terjadi di Selandia Baru, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sorong menggelar rapat koordinasi (rakor) dalam rangka memelihara kerukunan antar umat beragama dan mengajak masyarakat tidak terprovokasi aksi teroris.

Wakil Bupati Kabupaten Sorong, Suka Harjono dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan yang di mentori FKUB yang sigap menggelar kegiatan ini untuk mengantisipasi kejadian yang bisa saja berimbas ke daerah.

“Kami pemerintah kabupaten sorong mengutuk keras atas terjadinya peristiwa kemanusiaan yang terjadi di selandia baru beberapa waktu lalu. Kami berharap kita bersama bisa menyikapi peristiwa ini dengan baik, ini adalah sebuah teror yang dilakukan oleh oknum yang tidak memiliki rasa empati dan simpati. Kita di kabupaten sorong harus tetap bersatu saling menghargai dan menghormati antara satu dan lain,”kata Harjono usai membuka acara yang berlangsung di Aula Kantor Kesbangpol, Jalan Sorong Klamono kilometer 24 Kelurahan Klamesen Distrik Mariat Kabupaten Sorong. Senin, 18 Maret 2019.

Harjono menambahkan, sebagai warga yang baik, wajib kita memilah-milah informasi yang ada, khususnya apa yang didengar janganlah serta merta dipercaya begitu saja karena itu bisa menjadi pemicu sesuatu yang sengaja diciptakan oleh orang-orang tertentu.

“Semoga, kejadian-kejadian yang ada di luar daerah tidak masuk kedalam wilayah kita, dan mari sama-sama berdoa agar daerah yang kita cintai ini selalu terhindar dari marabahaya,”terangnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sorong, Jhoni Sandang yang turut mengecam kejadian tersebut mengatakan, menyikapi peristiwa memilukan yang terjadi di Selandia Baru adalah tindakan tidak terpuji dan tidak dibenarkan.

“Kami dari kementerian agama mengharapkan untuk pihak pihak tertentu tidak menyebarkan luaskan kejadian yang ada. Kami berharap semua bisa menyikapi kejadian ini dengan bijak,”ujarnya

Selain itu Ia juga meminta agar meminta kepada masyarakat Kabupaten Sorong agar tetap tenang menyikapi menyikapi peristiwa yang terjadi berhubung sebentar lagi akan dilaksanakan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

“Mari kita bersama-sama menjaga ketertiban keamanan dan kami mohon kepada alim ulama atau tokoh agama agar dapat menyampaikan kepada umatnya untuk menjadikan rumah kita, tempat ibadah kita sebagai tempat ibadah yang sebenar benarnya bukan untuk tempat berpolitik praktis,”pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, KBO Polres Sorong, Ipda I Nyoman Sumadi, S.Sos, Kepala Kantor Kesbangpol Kabupaten Sorong, Adri B Timban, SH, Kepala Kantor Kemeterian Agama Kabupaten Sorong, Jhoni Sandang, SE, Ketua MUI Kabupaten Sorong, Syukri Muifilid, S.Pd, Ketua Klasis Malamoi Kabupaten Sorong, Elieser Sarwon, S.Th, Ketua Muhammadiyah Kabupaten Sorong, Sulardi, S.Pd.M.Pd, Ketua NU Kabupaten Sorong, Rofiul Amri, S.Pdi.M.Pdi, Tokoh Agama Hindu, I.Gede Adyana. [red]


Bagikan ini:
  • 55
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    55
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.