SORONG,sorongraya.co-Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengumpulan dan Informasi Pengelolaan Data bagi Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) dan Kader KB tingkat kabupaten/kota se-Provinsi Papua Barat Daya.
Kegiatan yang berlangsung di Rilich Panorama Hotel pada Rabu (10/6/2027) tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas PLKB dan kader KB dalam melakukan pendataan keluarga secara akurat sebagai dasar pelaksanaan berbagai program keluarga berencana dan percepatan penurunan stunting.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes P2KB Papua Barat Daya, dr. Jan Pieter E.A. Kambu, menjelaskan bahwa bimtek ini difokuskan pada peningkatan kemampuan peserta dalam mengumpulkan dan mengelola data keluarga melalui Sistem Informasi Keluarga (SIGA).
“Basis dari seluruh pendataan yang dilakukan adalah keluarga. Saat ini program-program seperti Bangga Kencana, KB Pascapersalinan, dan berbagai program lainnya telah terintegrasi dalam aplikasi Sistem Informasi Keluarga. Karena itu, kader KB dan penyuluh KB harus memiliki pemahaman yang sama serta membangun kolaborasi yang kuat agar data yang diperoleh benar-benar akurat,”ujarnya.
Menurutnya, data keluarga yang valid sangat penting dalam mendukung berbagai intervensi pemerintah, terutama dalam upaya menurunkan angka stunting di Papua Barat Daya. Melalui pendataan yang baik, faktor-faktor risiko stunting dapat diidentifikasi lebih awal sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan secara tepat.
Ia menjelaskan bahwa salah satu faktor yang berkontribusi terhadap stunting adalah jarak kehamilan yang terlalu dekat. Karena itu, program KB Pascapersalinan menjadi salah satu strategi penting dalam menjaga kesehatan ibu dan anak.
“Jangan sampai seorang ibu baru melahirkan satu bulan kemudian sudah hamil lagi. Idealnya jarak kehamilan sekitar dua tahun. Jika jarak kehamilan terlalu dekat, perhatian terhadap pemenuhan gizi dan kesehatan anak sebelumnya bisa berkurang, sehingga meningkatkan risiko terjadinya stunting,”jelasnya.

Kambu menambahkan, melalui bimtek ini para PLKB dan kader KB diharapkan mampu memberikan edukasi dan pendekatan yang efektif kepada keluarga agar bersedia menggunakan alat kontrasepsi pascapersalinan serta memahami pentingnya perencanaan keluarga.
Selain itu, para peserta juga dibekali pemahaman mengenai pengumpulan berbagai data keluarga yang berkaitan dengan pencegahan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan keluarga secara menyeluruh.
“Peran kader KB dan penyuluh KB sangat penting karena mereka berada di garis depan dalam mendampingi masyarakat. Melalui data yang baik dan akurat, program pemerintah dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran,”tutupnya.















