Bupati Kabapet Teluk Buntuni, Petrys Kasihiu saat lakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al-fatihah, Tahiti. Jumat, 12 April 2019. /Foto: Istimewa
Metro

Bupati Kasihiu: Kedepan Anak Papua Muslim di Bintuni Jadi Mubaligh

Bagikan ini:
  • 112
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    112
    Shares

BINTUNI,sorongraya.co – Bupati Kabupaten Teluk Bintuni, Petrus Kasihiu berharap kedepannya, Putra putri Papua yang beragama Muslim bisa dilatih menjadi mubaligh. Hal ini disampaikannya saat peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al-fatihah (Jami), Tahiti. Jumat, 12 April 2019.

“Ini merupakan berkat, rahmat dan ridho dari Tuhan Yang Maha Esa, sehingga Masjid yang terpencil yang berada di bibir pantai ini bisa diperhatikan dan akan dibangun secara megah,”ujar Petrus

Menurutnya, bangunan (fisik) tempat ibadah merupakan simbol atau representative kehadiran Tuhan Yang Maha Kuasa di bumi ini. Karena itu, masjid sebagai tempat ibadah jangan hanya dijadikan sekedar simbol keyakinan, tetapi masjid yang dibarengi bangunan yang indah menggambarkan kebesaran peradaban umat Islam. Sebaliknya gereja kultur umat nasrani.

“Itulah bagian besar yang indah dari kebersamaan kita sebagai umat dan agama samawi yang berasal dari satu nenek moyang yaitu, nabi adam. Jadi, mari jaga kerukunan kita dari waktu ke waktu,”terangnya Bupati dalam sambutannya.

 

Bupati Kasihiu saat meninjau Masjid Al-fatihah (Jami). Senin, 12 April 2019. /Foto: Istimewa

Dikatakan, jika bercermin pada zaman khalifah dan kaisar yang membangun masjid dan gereja pada masanya, maka selaku Kepala Daerah harus yang ikut mengambil bagian dengan membantu pembangunan tempat tempat ibadah.

“Memang, sarana ibadah tidak bisa di proyekan makanya kita berikan lewat bantuan hibah dan keagamaan. Namun saya berharap, kita jangan hanya membangun fisik tempat ibadah saja, tetapi kedepan masjid ini berfungsi untuk mengadakan pelatihan bagi anak anak papua jadi mubaligh, ustadz dan imam agar mereka bisa mengajarkan kepada masyarakat jalan yang benar,”ujarnya.

Bupati menambahkan, untuk mencegah hancurnya fisik yang berada di bibir pantai akibat terkena ombak, maka pembangunan gedung dinding masjid akan di cor permanen dan kokoh. Dengan begitu, Bintuni bukan saja menjadi pusat Ibukota Kabupaten tetapi juga Kota yang religius terdapat tempat tempat ibadah yang megah. [dwi]


Bagikan ini:
  • 112
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    112
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.