Bupati Bernard Sagrim dalam rapat bersama yang diikuti Wakil Bupati, Drs Paskalis Kocu, M.Si dan Asisten II Ferdinandus Taa, SH,M.Si, staf ahli Yunus Boltal, SH serta para pejabat Eselon IV dan staf di lingkup pemerintahannya, Senin (8/07).
Metro

Bupati Bernard Sagrim Tegaskan Akan Copot Oknum Bendahara Suka “Tilep” Gaji Pegawai

Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MAYBRAT,sorongraya.co– Bupati Maybrat Drs Bernard Sagrim MM, kembali menegaskan akan mencopot oknum bendahara yang suka menilep alias memotong gaji dan tunjangan para pegawai.

Pernyataan ini dilontarkan Sagrim dalam rapat bersama yang diikuti Wakil Bupati, Drs Paskalis Kocu, M.Si dan Asisten II Ferdinandus Taa, SH,M.Si, staf ahli Yunus Boltal, SH serta para pejabat Eselon IV dan staf di lingkup pemerintahannya, Senin (8/07).

Dalam rapat itu, Bupati Sagrim mendengar banyak hal yang disampaikan oleh para pejabat eselonnya. Diantaranya, terkait pemotongan gaji dan tunjangan oleh bendahara di semua OPD tanpa alasan yang jelas. Kemudian, pimpinan OPD di setiap instansi yang tidak melaksanakan tugas dengan jelas bahkan bagian tugas kepada bawahan belum berjalan efektif dan pengusulan kenaikan pangkat diperhambat oleh SKPD terkait.

Dan para pejabat eselon meminta perlu adanya penyediaan fasilitas transportasi bagi para pegawai di wilayah Ayamaru, Aitinyo dan Sifat serta perlu adanya pembangunan perumahan bagi pegawai.

Tak hanya itu, Bupati Sagrim juga diminta, Pemkab Maybrat harus menyiapkan apsen cekloc untuk semua pegawai agar mendorong kedisiplinan para pegawai. Selanjutnya, instansi BKD dan Inspektorat semestinya melakukan penilaian terhadap pejabat yang tak melaksanakan tugas dengan baik sehingga perlu dilakukan evaluasi.

Bupati Maybrat Bernard Sagrim yang didampingi wakilnya, Drs Paskalis Kocu, yang mendengar keluhan dan masukan tersebut menegaskan, bahwa tidak ada alasan bagi setiap bendahara di setiap SKPD untuk tidak membayar semua hak pegawai.

“Pokoknya tidak ada pemotongan. Dan apa bila kedapatan bendahara yang sengaja potong gaji setiap pegawai maka tidak segan-segan saya ganti oknum bendahara tersebut,” tandas Sagrim.

Kata Bernard, bahwa pemerintahan Maybrat yang sudah berjalan baik ini, agar tak ada lagi istilah kubu-kubuan dan dengan harapan bisa saling menghargai semua perbedaan.

“Ada dua faksi, yaitu faksi pemilu kepala daerah dan faksi ibu kota Maybrat, itu, diharapkan supaya kembali bersatu tidak boleh ASN bekerja berdasarkan faksi-faksi. Tetapi bekerja untuk melayani masyarakat, bangsa dan negara. Bagaimana kita memberikan pelayanan dan sentuhan pembangunan untuk Maybrat sesuai dengan visi dan misi bupati dan wakil bupati Maybrat periode 2017-2022,” jelas Sagrim. [ones/krs]


Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.