Upcara HUT Pancasila yang ke 74 tahun 2019, di Kumurkek, Kabupaten Maybrat Provinsi Papua Barat, Sabtu (1/6).
Metro

Bernard Sagrim Ajak ASN Maknai HUT Pancasila Inspirasi Persatuan dan Kesatuan

Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MAYBRAT,sorongraya.co – Bupati Maybrat Bernard Sagrim mengajak aparatur sipil negara (ASN) di lingkupnya untuk memaknai Hari Ulang Tahun (HUT) Pancasila sebagai inspirasi memupuk persatuan dam kesatuan.

Seruan itu disampaikan Bernard Sagrim saat menjadi Inspektur Upcara HUT Pancasila yang ke 74 tahun 2019, di Kumurkek, Sabtu (1/6).

Bernard sagrim di hadapan ratusan peserta upacara, mengatakan, bahwa makna dari lahirnya Pancasila 1 Juni 1945 yang dibacakan oleh Presiden RI Ir. Soekarno saaylt itu, mengandung hal yang sakral dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Dimana saat itu, BPUPKI membentuk panitia kecil untuk merumuskan dan menyusun Undang-undang Dasar (UUD) dengan berpedoman pada pidato Bung Karno tersebut. Lalu dibentuklah Panitia Sembilan terdiri dari Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, Mr. AA Maramis, Abikoesno Tjokrosoejoso, Abdul Kahar Muzakir, Agus Salim, Achmad Soebardjo, Wahid Hasjim.

Dan Mohammad Yamin yang ditugaskan untuk merumuskan kembali Pancasila sebagai Dasar Negara berdasar pidato yang diucapkan Soekarno pada 1 Juni 1945. Kemudian menjadikan dokumen tersebut sebagai teks untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Melalui proses persidangan dan lobi-lobi akhirnya rumusan Pancasila hasil penggalian Soekarno tersebut berhasil dirumuskan untuk dicantumkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar 1945. Kemudian disahkan dan dinyatakan sah sebagai dasar negara Indonesia merdeka pada 18 Agustus 1945 oleh BPUPKI.

Dalam kata pengantar atas dibukukannya pidato tersebut, yang untuk pertama kali terbit pada tahun 1947, mantan Ketua BPUPKI Dr Radjiman Wedyodiningrat menyebut pidato Soekarno itu berisi Lahirnya Pancasila.

Bernard Sagrim saat menjadi Inspektur Upcara HUT Pancasila yang ke 74 tahun 2019, di Kumurkek, Sabtu (1/6).

Kata Bernard sagrim dalam sambutannya, 1 Juni resmi ditetapkan sebagai hari lahir Pancasila lewat Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016 Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jokowi menyampaikan keputusan ini melalui pidato pada peringatan Pidato Bung Karno 1 Juni 1945, di Gedung Merdeka, Bandung pada 1 Juni 2016. Tanggal 1 Juni juga ditetapkan sebagai hari libur nasional.

Dia mengingatkan, semua warga Negara Kesatuan Republik Indonesia, agar tidak keliru antara Hari Lahir Pancasila dengan Hari Kesaktian Pancasila. Dimana, Hari Kesaktian Pancasila diperingati 1 Oktober. Dan Hari Kesaktian Pancasila lebih berkaitan dengan peristiwa G30S/PKI yang terjadi 30 September 1965. Sedangkan Hari Lahir Pancasila diperingati 1 Juni.

Di katakanya, juga bahwa melalui peringatan hari kelahiran pancasila 1 Juni 2019,Pancasila Perlu dijadikan sebagai sumber Inspirasi politik dan harapan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kita semua harus terus menerus secara konsisten merealisasikan pancasila sebagai dasar Negara, Ideologi Negara dan pandangan dunia yang dapat membawa kemajuan dan kebahagiaan seluruh bangsa Indonesia. Kita bersatu membagun bangsa untuk merealisasikan tatanan kehidupan masyarakat yang rukun, damai, adil dan makmur dalam keadilan, Kita Indonesia, Kita Pancasila,” serunya.

“Melalui Pancasila, maka rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke bisa bersatu berdasarkan asas bineka tunggal Ika yang artinya walaupun kita berbeda suku, ras dan agama tetapi kita tetap satu kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harga mati,” tutup Bernard Sagrim. [nes/krs]


Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.