Mantan Kepala Bappeda Kab. Raja Ampat, Arthemas Mambrisau.
Metro

Arthemas Mambrisau Desak Eksekutif Dan Legislatif Segera Revisi Perda Tataruang

Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Arthemas Mambrisau Desak Eksekutif Dan Legislatif Segera Revisi Perda Tentang Tataruang

WAISAI,sorongraya.co – Ketua Ikatan Keluarga Usba Raja Ampat, Arthemas Mambrisau mendesak eksekutif dan legislatif segera merevisi Peraturan Daerah (Perda) tentang tataruang kota Waisai, Ibukota Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat.

Pasalnya, tataruang Kota Waisai kini semakin amburadul, dan sudah tak mampu menjawab kebutuhan rakyat.

Banyak bangunan liar yang didirikan di lokasi yang notabene dilarang oleh tataruang akibat perkembangan penduduk di Waisai.

Sebelumnya tataruang Kota Waisai di rancang dapat menampung penduduk berkisar 4.000 sampai 6.000 jiwa,” kata Arthemas kepada pena pewarta, di Waisai, belum lama ini.

Tetapi, menurut Arthemas, kenyataan hari ini sudah lebih, dimana data-data Daftar Pemilih Tetap (DPT) saat ini sekitar 9.000 orang, dan belum tergolong jumlah penduduk secara keseluruhan di Kota Waisai.

“Hal itu sangat penting untuk direvisi agar mampu menjawab kebutuhan rakyat,” tegasnya.

Diungkapkannya, kondisi tataruang saat ini sudah banyak menyimpang dari apa yang telah direncanakan dan diletakkan oleh pendahulu di Raja Ampat. Dengan itu, sambung dia, kalau Ibukota Waisai dilanda banjir tak boleh salahkan siapa-siapa di Raja Ampat.

“Hal ini bisa saja terjadi karena sudah banyak yang melanggar tataruang yang pernah dibuat pendahulu secara jangka panjang,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk melanjutkan sesuatu tidak semudah membalikkan telapak tangan, namun harus mengikuti proses demi kesejahteraan rakyat.

“Waktu masih Jaman Marinda, kita membangun dan membuat rancangan pembangunan disesuaikan dengan dana yang tersedia, dan apa yang sudah dilakukan Marinda sebelumya, itu sudah dirasakan masyarakat, karena saat membuat program-program tersebut saya pun terlibat,” ujarnya.

Athemas juga mengajak agar masyarakat lebih jeli dalam melihat persoalan hari ini, dan ikut memperbaiki kondisi pembangunan di Raja Ampat.

“Jangan lagi mau dibodohi apalagi pengambilan pilihan di Pilkada 2020 harus pilih pemimpin yang punya hati nurani dan berpihak kepada rakyat sehingga masalah – masalah yang terjadi di Raja Ampat terutama di sektor perekonomian bisa cepat teratasi,” tandasnya. [dav/krs]


Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.