Allan Waromi (pakaian adat papua) saat menyampaikan aspirasi di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Sorong (KSOP) Sorong. [foto: trisnah-sr]
Metro

Allan Waromi: Berikan Kami Kesempatan Bekerja Sebagai Orang Asli Papua

Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG, sorongraya.co – Sesuai dengan Undang-undang Nomor 17 yang tentang otonomi khusus untuk peluang kepada Putra Daerah Papua yang harus berkarya ditanahnya sendiri. Direktur Utama, PT. Sky Marapu Papoea, Allan Waromi meminta kepada pihak PT Pelni untuk memberikan kesempatan kepada Orang Asli Papua  untuk bekerja.

“Jadi permintaan kami disini sesuai dengan peraturan presiden no 17 untuk keterpihakan kepada pengusaha papua dimana harus memberikan kami orang asli papua untuk bekerja tetapi malah yang bukan wilayahnya terpilih,” kata Allan Waromi saat diwawancarai awak media di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Sorong (KSOP) Sorong, (17/08/20).

Menurutnya, Program Toll Laut yang dibentuk oleh Presiden Jokowidodo dengan Kapal Sabuk Nusantara  yang ada di Provinsi Papua dan Papua Barat OAP harus melibatkan juga didalamnya.

“Jadi bidang kami ini adalah bidang keselamatan pelayaran dimana kami melakukukan pengujian pemeriksaan dan juga safetyfikasi alat keselamatan pelayanan. Untuk republik indonesia sendiri saya boleh berbangga hati bahwa saya adalah satu satunya orang papua yang memiliki ijin yang diberikan oleh Direktorat Jendral Perhubungan Laut kota Sorong untuk dapat melakukan pemeriksaan, pengujin dan safetyfikasi alat kesehatan pelayaran,” tutur Allan.

Sementara, Kepala Bidang Lalulintas Angkutan Laut dan Jasa Kepelabuhanan, Stevie Manduapessy mengatakan, adanya miss komunikasi maka dari itu pihak PT. Sky Marapu Papoea meminta kepada Pihak Perhibungan Laut untuk menjembatani hal tersebut kepada PT. Pelni Kota Sorong.

“Jadi permasalahan teman-teman tadi yang  sampaikan bahwa ada penunjukkan dari PT. Pelni kepada perusahaan yang perkedudukan di Batam yang seharusnya akomodasi putra daerah. Dan memang kami tidak punya kepentingan kesana Tetapi kami coba untuk mengkomunikasikan kesana dengan PT. Pelni,” tutur Stevie. [tri]


Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.