SORONG, sorongraya.co – Aktivis dan Pegiat Anti Korupsi, Andrew Warmasen “mencium” ada indikasi dugaan korupsi pengadaan Laptop di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kota Sorong.
Andrew mengaku memiliki data tersebut, sehingga Ia menduga ada kejanggalan dalam pembelian laptop yang diperuntukan kepada anggota DPR, maupun staff di secretariat dewan.
Menurutnya dalam pengadaan barang, bukan soal anggaran proyek pengadaan laptop yang telah terserap 100%, namun perlu dicocokan antara anggaran pengadaan dengan barang yang dibelanjakan.
“Jadi dugaan yang kami temukan adalah antara anggaran pengadaan barang, dengan barang yang dibeli itu tidak sesuai. Contohnya gini, Laptop seharga Rp 1 juta, namun yang dibeli harga Rp 250 ribu, tetapi laporannya lebih dari harga Rp 1 juta, ini yang salah,” tutur Andrew Warmasen kepada sorongraya.co.
Laptop tersebut lanjut Andrew diadakan pada tahun 2025, dengan anggaran yang bersumber dari anggaran tambahan APBD Kota Sorong Tahun 2025.
“Pekerjaan sudah cair 100 %, namun yang diduga ini berbeda jauh dengan spesifikasi pengadaan laptop,” ujar Andrew sembari meminta aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan, terhadap sejumlah pihak yang terlibat dalam pengadaan laptop tersebut.
Baca: Ketua DPP Tegaskan PDIP Satu Komando Jangan Ada Praktek Politik Kelompok
Pria berdarah papua ini mengaku geram ketika mendengar ada oknum yang mencoba melakukan praktek dugaan korupsi, karena anggaran yang dikorupsi berasal dari uang milik rakyat yang membayar pajak kepada daerah.
Anggaran tersebut jika digunakan baik, maka sangat bermanfaat bagi masyarakat, namun apabila salah gunakan akan berdampak luas bagi masyarakat.
“Jika benar terjadi dugaan korupsi pengadaan laptop, secara otomatis akan menghilangkan kepercayaan public kepada pemerintah maupun legislative. Kami minta aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan terhadap oknum yang terlibat didalamnya,” tutur Andrew.
Baca juga: Memperjuangkan Harapan di Papua Barat Daya
Sementara, Sekretaris Dewan Kota Sorong, Saul Erens Solossa saat dihubungi Redaksi sorongraya.co belum menjawab pertanyaan wartawan terkait dugaan tersebut. Namun redaksi sorongraya.co akan mencoba akan menghubungi hingga mendapat keterangan yang jelas.

















