Pengesahan murid Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Distrik Salawati, Kabupaten Sorong, Minggu, 16/09/18. (Foto: Redaksi)
Metro

102 Siswa Baru PSHT Resmi Disahkan

Bagikan ini:
  • 398
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    398
    Shares

SORONG, sorongraya.co- Sebanyak 103 siswa Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dari perguruan Pencak Silat Legendaris resmi disahkan.

Pengesahan siswa PSHT ini berlangsung di halaman Puskesmas Majaran, Kelurahan Matawolot, Distrik Salawati, Kabupaten Sorong, Minggu, 16/09/18.

Ketua panitia pengesahan, Pangky Nurisaputra saat dihubungi media ini mengatakan pengesahan 102 pendekar ini berasal dari ranting Kota Sorong, Salawati, Mayamuk, Klamono, Sorong Selatan, Mariat dan ranting Raja Ampat.

“Kami mendatangkan dewan pengesahan pusat PSHT Madiun, yang terdiri dari KRT. Catur Nyoto Hadinegoro, S.Sos, MM, Peltu (Purn) Sugeng Irianto, M. Suyatno dan Sarjono, dalam prosesi ini sebagai tanda keseriusan kami dalam memajukan PSHT,” ujarnya

Pangky menambahkan dalam pengesahan tersebut menggunakan ayam jago terbaik sebagai simbol keberanian, sehingga anggota PSHT diharapkan bisa memiliki jiwa kepemimpinan yang berani jujur tegas dan bijaksana.

“Dengan ayam jago ini harapan agar para warga baru atau pendekar baru ini dapat menjadi jagonya dalam keluarga, agama, masyarakat, bangsa dan negara,”tuturnya

Sementara itu Ketua PSHT Cabang Sorong, Kangmas Sumin yang juga merupakan salah satu warga PSHT pertama di Sorong yang disahkan langsung oleh PSHT Pusat di Madiun, tahun 1993 dalam arahannya meminta agar para pendekar baru lebih mempererat tali persaudaraan antar sesama warga PSHT serta dapat memberikan manfaat bagi orang banyak.

“Saya juga minta kepada warga PSHT untuk tidak membawa organisasi ini ke ranah politik praktis. Artinya, warga PSHT boleh berpolitik bahkan sangat dianjurkan untuk menyalurkan hak pilihnya, tetapi tidak boleh membawa nama PSHT ke ranah politik karena kita bukan organisasi politik,” tegasnya.

Menurutnya perguruan pencak silat terbesar di Indonesia yang lahir di Madiun sejak tahun 1922 oleh Hardjo Oetomo, sampai saat ini masih eksis di Sorong Raya bahkan terus tumbuh dan berkembang di berbagai belahan nusantara hingga manca negara. Hal ini terbukti dengan semakin meningkatknya peminat dan pendatang baru sebagai warga atau pendekar PSHT.

Ia berharap agar PSHT cabang Sorong yang menjadi kontingen Papua Barat dapat memberikan prestasi terbaik melalui PON 2020 di Papua. [red]


Bagikan ini:
  • 398
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    398
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.