Suasana konferensi "Narasi, Inspirasi dan Kebijakan Dalam Pengelolaan Sampah Plastik di Perkotaan" pada acara Green Press Community di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, Jakarta, Kamis (9/11/2023).
Lifestyle Metro

Upaya Pemkot Bogor Mengendalikan Sampah Plastik Melalui Program “Botak”

Bagikan ini:

JAKARTA,sorongraya.co- Volume penggunaan plastik setiap hari semakin tinggi. Jika tidak ditangani, atau hanya dibiarkan menjadi sampah, akan menyebabkan permasalahan bagi lingkungan dan manusia.

Sampah plastik sulit terurai oleh proses alam (non-biodegradable) dan merupakan salah satu pencemar xenobiotik (pencemar yang tidak dikenal oleh sistem biologis di lingkungan mengakibatkan senyawa pencemar terakumulasi di alam).

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Abdu Rachim menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya menangani permasalahan sampah plastik. Salah satunya melalui gerakan “Bogor Tanpa Kantong Plastik,” atau yang disingkat “Botak”.

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Abdu Rachim dalam konferensi bertajuk Narasi, Inspirasi dan Kebijakan Dalam Pengelolaan Sampah Plastik di Perkotaan, salah satu agenda Green Press Community yang di gagas The Society of lndonesia Environmental Journalists (SIEJ) di gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, Kuningan Jakarta, Kamis (9/11/2023).

Wakil Wali Kota Bogor itu mengaku, di awal penerapannya gerakan tersebut sempat menuai sejumlah penolakan dari swalayan modern, perusahaan plastik serta masyarakat yang memang selama ini enggan dibuat ribet dengan permasalahan kantong belanja.

Padahal gerakan Bogor Tanpa Kantong Plastik tersebut telah siap untuk diimplementasikan, usai Pemkot menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 61 Tahun 2018 tentang Bogor Tanpa Kantong Plastik.

” Mengubah ini memang tidak mudah, butuh proses. Jadi, memang pada saat itu semua dilibatkan, toko-toko modern juga dilibatkan. Disampaikan semua regulasinya,” kata Dedie.

Dedie menambahkan, berkat komunikasi dan koordinasi dengan stakeholder, gerakan yang bermuara pada pengendalian sampah plastik tersebut sampai saat ini masih bisa terus berjalan.

Selain melalui gerakan tersebut, pihaknya juga melakukan upaya pengolahan sampah plastik dengan menggandeng World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia, organisasi non-pemerintah internasional yang menangani masalah-masalah konservasi, penelitian, dan restorasi lingkungan.

” Sebetulnya ini bukan hal baru, di kota lain juga ada. Tapi kita ingin membuat sirkular ekonominya agar lebih menarik,” ucap Dedie.

Dia menyebut, nantinya, sampah-sampah yang ada di Bogor dimanfaatkan menjadi papan balok yang tentu akan membawa manfaat ekonomi yang lebih besar.

Sejauh ini, baru ada satu TPS di Bogor yang telah menerapkan pengelolaan sampah plastik, yakni TPS Mekar Wangi.

Dedie lalu menantang WWF untuk memberikan pendanaan guna memperluas pengelolaan sampah plastik di TPS lain di Bogor.

” Memang kita punya 27 TPS, tapi belum semua seperti ini, jadi tantangan bagi WWF,” tuturnya.

Green Press Community merupakan ajang perdana yang diiinisiasi oleh The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) guna menghimpun ide dan memantik gerakan bersama untuk melestarikan lingkungan hidup di Indonesia.


Bagikan ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.