Photo caption: Ocean Campaign Leader Greenpeace Indonesia, Afdillah Chudiel (kiri), berbicara di acara Green Press Community yang berlangsung di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, Jakarta, Kamis (9/11/2023).
Lifestyle Metro

Laut Indonesia Terancam, Greenpeace Harap Kebijakan Indonesia Lebih Agraris dan Maritim

Bagikan ini:

JAKARTA,sorongraya.co- Ocean Campaign Leader Greenpeace Indonesia, Afdillah Chudiel menyebut kondisi laut di Indonesia tengah terancam.

Hal ini dikarenakan banyak teknologi yang digunakan untuk menangkap ikan dilautan dan berakhir kepada overfishing.

“Jumlah manusia bertambah dan banyak ditemukannya teknologi memungkinkan manusia menangkap ikan dengan jumlah yang luar biasa. Ini menyebabkan laut kita overfishing,” ujar Afdillah dalam acara Green Press Community 2023 di Kuningan, Jakarta, Rabu (8/11/2023).

Afdilah menilai aktivitas penangkapan ikan secara eksploitatif dapat merusak ekosistem laut. Terlebih jika nelayan melakukan aktivitas ilegal dengan menggunakan bom ikan ataupun UU perikanan.

” Salah satu yang paling terdampak parah dari overfishing adalah Laut Jawa. Kehilangan biodiversitas dan kerusakan ekosistem. Nelayan mencari ikan lebih jauh dan lebih lama dengan biaya yang lebih besar dan hasil tangkap yang lebih sedikit,” jelas Afdillah.

Afdilah lantas menyoroti persoalan sampah plastik yang dibuang ke laut. Ada sekitar 80% sampah plastik yang berasal dari daratan dan 20% lainnya lagi berasal dari kegiatan masyarakat pesisir.

” Polusi sampah plastik merupakan kegagalan pengelolaan sampah di darat. Sampai saat ini, pemerintah belum mengatasi produsen untuk mengatasi masalah sampah produk mereka dari plastik sekali pakai jadi produk daur ulang. Itu yang jadi masalah. Kita tidak melihat upaya perusahaan untuk pengumpulan sampah mereka,” paparnya.

Kemudian ada juga masalah krisis iklim hingga pembangunan dan investasi juga dapat mengancam kondisi laut di Indonesia.

Dia menyebut 16 dari 20 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang dibangun berada di kawasan pesisir sehingga terjadi alih fungsi lahan.

” Pemeruntah diminta mencari strategi pembangunan yang lebih sesuai dengan negara Indonesia, yang merupakan negara maritim dan agraris sehingga kebijakannya harus berdasarkan apa yang dibutuhkan negara,” ujar Addilah.

Afdilah menekankan seharusnya kebijakan pemerintah Indonesia adalah kebijakan yang mengedepankan maritim dan agraris karena kita berdiri di atas situasi itu,” tuturnya.

Ia mengaku bahwa pengelolaan sampah plastik wajib dilakukan guna mencegah pencemaran lingkungan. Sebab, jika tak diolah dengan baik, sampah plastik beresiko mengendap lebih lama sehingga mencemari lingkungan dalam jangka panjang.

Green Press Community merupakan ajang perdana yang di gagas The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) guna menghimpun ide dan memantik gerakan bersama untuk melestarikan lingkungan hidup di Indonesia.


Bagikan ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.