Ketua Umum Forum Pengawal Perjuangan Rakyat (Fopera) Papua Barat Daya, Yanto Amus Ijie.
Lifestyle Metro

Fopera Minta Penjabat Gubernur PBD Segera Evaluasi Kinerja Seluruh Pejabat

Bagikan ini:

SORONG,sorongraya.co- Masa jabatan Penjabat Gubernur Papua Barat Daya, Dr. Muhammad Musa’ad kembali diperpanjang.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Forum Pengawal Perjuangan Rakyat (Fopera) Papua Barat Daya, Yanto Amus Ijie menyampaikan ucapan selamat.

Dengan diperpanjangnya masa jabatan Penjabat Gubernur Papua Barat Daya, Fopera tetap memberikan dukungan.

” Kami mendukung 1001 persen kepemimpinan Penjabat Gubernur Papua Barat Daya, Dr. Muhammad Musa’ad,” kata Yanto Amus Ijie, Jumat, 08 Desember 2023.

Yanto pun meminta kepada Penjabat Gubernur Papua Barat Daya untuk segera mengevaluasi pejabat yang telah dilantik maupun yang saat ini ditunjuk sebagai Pelaksana tugas di lingkungan pemerintah provinsi Papua Barat Daya.

” Saat ini kami melihat bahwa banyak sekali pejabat yang tidak melaksnakan instruksi dari penjabat gubernur Papua Barat Daya,” ujar Yanto.

” Kadang-kadang mereka juga bekerja tidak sesuai dengan yang diinginkan penjabat gubernur Papua Barat Daya,” tambahnya.

Alumni USTJ Jayapura ini menekankan, pejabat asli Papua maupun non Papua harus di evaluasi.

Perlu diiingat bahwa Fopera kerapkali menyuarakan jabatan di provinsi Papua Barat Daya, 80 persen harus OAP.

Hanya saja belakangan ini Fopera melihat bahwa OAP yang ditunjuk sebagai pejabat oleh peniabat gubernur PBD tidak memiliki hati Papua.

” Banyak anak-anak asli Papua tidak diprioritaskan oleh mereka. Malah yang diprioritaskan dari kelompok mereka sendiri,” kata Yanto.

Bahkan Yanto menyebut jika pejabat asli Papua yang ditunjuk tersebut lebih dominan memprioritaskan orang-orang yang ada di luar Papua.

Kondisi berbeda justru diperlihatkan oleh pejabat non Papua yang lebih memerhatikan OAP.

” Ini yang namanya peramida terbalik. Ada orang asli Papua tapi tidak berhati Papua. Ada orang non Papua tapi berhati Papua,” tuturnya.

Ia menegaskan, mereka pejabat yang berhati Papua harus dipertahankan. Sementara pejanat yang tidak berhati Papua sebaiknya diganti saja.

” Jangan sampai pejabat yang asli Papua ini membuat kelompok-kelompok yang kemudian memprotes penjabat gubernur Papua Barat Daya,” kata Yanto.

Dikatakan Yanto bahwa pak gubernur telah bersikap jujur, netral dan bijaksana memberikan pelayanan yang tercepat, terbaik dan tepat bagi masyarakat PBD.

” Kami sangat berharap dengan momentum ini penjabat gubernur PBD segera mengevaluasi pejabat eselon II Definitif maupun pejabat yang saat ini masih mengikuti esesmen,” tegasnya.


Bagikan ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.