Terdakwa Selpianus Labok alias Nus usai mengikuti sidang tuntutan.
Hukum & Kriminal Metro

Tega Membunuh Kerabat Sendiri, Selpianus Labok Dituntut 12 Tahun Penjara

Bagikan ini:

SORONG,sorongraya.co- Hanya karena permasalahan sepele Selpianus Labok alias Nus tega membunuh kerabatnya sendiri Selvianus Edy Labok alias Edy dengan menggunakan panah.

Atas perbuatannya itu Selpianus Labok alias Nus dituntut 12 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Sorong, Selasa, 26 September 2023.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Muhammad Reza Murti dalam tuntutannya menyatakan bahwa terdakwa Selpianus Labok terbukti tindak pidana sebagaimana melanggar Pasak 338 KUHP.

Usai mendengar tuntutan JPU, majelis hakim yang dipimpin Muslim Ash Shiddiqi memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk menyampaikan pembelaan.

Terdakwa Selpianus Labok diketahui melakukan pembunuhan terhadap korban Selvianu Edy Labok alias Edy. Perbuatan tersebut dilakukan terdakwa pada hari Jumat tanggal 24 Maret 2023, sekitar pukul 08.40 WIT.

Berawal pada hari Kamis tanggal 23 Maret 2023, sekitar pukul 17.00 WIT, saksi Jimmy Lorin Labok yang melintas di jalan depan rumah terdakwa melempar seekor anjing milik saksi Herman Labok.

Seketika terdakwa yang melihat kejadian itu langsung mengatakan kepada saksi Jimmy Lorin Labok “sa pukul ko mati nanti” sembari meremas wajah saksi Jimmy Lorin Labok. Saksi Jimmy Lorin Labok akhirnya melarikan diri sembari berkata “kenapa bapa ade mo pukul sa begitu” lalu dijawab oleh terdakwa “kenapa ko lempar anjing”. Saksi Jimmy Lorin Labok kembali menjawab “kenapa gara-gara anjing bapa ade pukul sa.

Terdakwa yang tidak puas hendak merusak motor milik saksi Devi Sri Numberi. Namun dihalangi oleh saksi Devi Sri Numberi yang saat mengatakan “pa de jangan lotu sa punya motor” ujar saksi sembari menelepon bapaknya Selvianus Edy Labok alias Edy yang berada di Kampung Dobo Km 62 untuk segera pulang ke rumah.

Terdakwa akhirnya merusak jembatan yang biasa dilewati saksi Jimmy Lorin Labok, Devi Sri Numberi dan korban Selvianus Edy Labok alias Edy.

Pada hari Jumat tanggal 24 Maret 2023, sekitar pukul 07.00 WIT korban memperbaiki jembatan yang dirusak oleh terdakwa. Satu jam kemudian, tepatnya pukul 08.00 WIT terdakwa datang lalu berkata “sapa suruh ko perbaiki jembatan,” ko lewat jalan lain sana.

Di saat yang bersamaan, lanjut Eko Nuryanto, terdakwa membawa senjata tajam berupa 1 buah panah dan 3 buah anak panah. Sementara korban memegang sebilah parang.

Saat berhadapan terdakwa memiringkan badannya lalu menancapkan anak panahnya ke ketiak korban sebelah kanan. Seketika korban jatuh ke tanah sembari tangan kirinya memegang anak panah.

Tak hanya itu, terdakwa pun mengarahkan panah beserta anak panahnya ke arah saksi Jimmy Lorin Labok, namun saksi melempari terdakwa dengan batu lalu saksi melarikan diri. Korban akhirnya meninggal dunia.

Atas perbuatannya terdakwa disangkakan dengan Pasal 338 KUHP dan Pasal 351 Ayat (3) KUHP.


Bagikan ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.