Hukum & Kriminal

SKP Sorong Musnahkan Benih Tumbuhan Ilegal Yang Berasal Dari Empat Negara 

Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG,sorongraya.co- Untuk ketiga kalinya di tahun 2020 Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Sorong melakukan pemusnahan terhadap paket benih tumbuhan dari Kepulauan Salomon, Selandia Baru, Malaysia dan China, yang dikirim ke Sorong, Papua Barat.

Paket benih tumbuhan dan kacang-kacangan siap konsumsi tersebut tidak dilengkapi Phytosanitary Certificate atau Sertifikat Kesehatan Tumbuhan. Benih tumbuhan yang dimusnahkan, semuanya dikirim lewat paket pos ke wilayah Papua Barat.

Pemusnahan benih tumbuhan dan kacang-kacangan siap konsumsi dilakukan dengan cara dibakar di dalam tungku pembakaran khusus.

(Foto/jun))

Benih tumbuhan yang dimuanahkan antara lain Philodendon dan benih Aglonema, yang dibawa dari Kepulauan Salomon. Benih sayuran serta benih mawar dari Malaysia. Dan benih tanaman hias dari China. Termasuk juga kacang pistachio dari Selandia Baru, yang ditahan pada periode Desember 2020.

Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Sorong, wayan kertanegara menjelaskan, pemusnahan ini dilakukan karena benih-benih ini masuk tanpa izin karena tidak dilengkapi phytosanitary certificate atau sertifikat kesehatan tumbuhan.

Komuditi ini tidak dilengkapi phytosanitary dari negara asal! Negara asal yang kami maksudkan adalah negara Malaysia, Kepulauan Salomon, China serta Selandia Baru.

Menurut Wayan, empat negara ini ternyata memang pengguna jasa kami, tidak membawa dokumen yang menyertai benih-benih yang dimasukan ke Indonesia khusunya melalui Kota Sorong.

Wayan menambahkan, pihaknya akan terus memperketat pengawasan terhadap masuknya tumbuhan lewat bibit ataupun benih-benih dari negara lain. Apalagi dengan merebaknya wabah virus korona.

Diharapkan, dengan pemusnahan ini dapat meminimalisir masuknya penyakit tumbuhan, yang nantinya dapat mengganggu ketahanan pangan di Papua Barat maupun di indonesia.(jun)


Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.