Foto Google ( ilustrasi)
Hukum & Kriminal

Revan Lauhanapesay, Si Pemilik Ganja Dituntut 6,4 Tahun Penjara

Bagikan ini:

SORONG,sorongraya.co- Terdakwa Revan Lauhanpessy dituntut 6,4 tahun penjara, denda 800 juta rupiah, subsider 6 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum dalam sidang lanjutan di PN Sorong, Selasa (30/11/2021).

Jaksa Penuntut Umum Alwin Michel Rambi dalam surat tuntutannya menyatakan bahwa perbuatan terdakwa melanggar Pasal 111 Ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Sementara barang bukti berupa 1 bungkus plastik kecil sabu seberat 0,35 gram dirampas untuk dimusnahkan, sedangkan uang kertas Rp 2.000 dan satu buah hanphone dirampas untuk negara.

Menanggapi tuntutan JPU, Penasihat Hukum terdakwa Sarina Buwana dan Mersi Sinay memohon keringanan hukuman kepada majelia hakim.

Terdakwa Revan Lauhanapessy menjalani sidang di pengadilan negeri Sorong lantaran melakukan penyalahgunaan narkotika golongan I jenis tanaman.

Perbuatan melawan hukum tersebut dilakukan terdakwa pada hari Selasa tanggal 17 Agustus 2021 sekitar pukul 23.00 WIT.

Berawal dari informasi yang disampaikan masyarakat kepada Satuan Reanarkoba Polres Sorong bahwa di Jalan Misool Kampung Baru Kota Sorong ada sejumlah muda-mudi mengonsumsi ganja.

Setelah dilakukan penggeledahan terhadap 7 orang, ditemuka 2 orang positif mengonsumsi ganja, yakni Revan Lauhanapessy dan Hofni Fernando Item.

Lima orang yang dinyatakan negatif diperbolehkan pulang dan wajib lapor. Sementara Revan Lauhanapessy dan Hofni Fernando Item menjalani pemeriksaan lanjutan, yang diketahui bahwa pemilik sisa ganja yang dibungkus uang kertas pecahan Rp 2.000 merupakan milik terdakwa Revan Lauhanapessy, sedangkan saudara Hofni Fernando Item hanya diajak oleh terdakwa.


Bagikan ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.