Hukum & Kriminal

Penikam Marthen Demetouw Di Hukum 7 Tahun Penjara

Bagikan ini:

SORONG,sorongraya.co- Hakim Pengadilan Negeri Sorong Lutfi Tomou dalam sidang putusan yang di gelar, Rabu, 12 Januari 2022 menjatuhkan hukuman 7 tahun penjara kepada terdakwa Usman.

Terdakwa Usman terbukti bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan. Perbuatan terdakwa melanggar Pasal 338 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Menanggapi putusan majelis hakim, tim Penasihat Hukum terdakwa menyatakan menerima. Sementara Jaksa Penuntut Umum Kristin pikir-pikir.

Vonis yang di terima terdakwa Usman jauh lebih ringan dibanding tuntutan jaksa penuntut umum pada sidang Senin tanggal 30 November 2021 yang lalu. Dalam tuntutan tersebut JPU menuntut terdakwa 12 tahun penjara.

Terdakwa Usman menjalani sidang di pengadilan negeri Sorong lantaran melakukan pembunuhan terhadap Marthen Demetow dengan menggunakan sebilah badik.

Perbuatan tersebut dilakukan terdakwa pada hari Senin tanggal 19 April 2021 sekitar pukul 15.00 WIT, di Jalan Selat Sunda, tepatnya di depan toko Sinar Damai Kota Sorong.

Penikaman yang di lakukan oleh terdakwa terhadap korban berawal pada saat terdakwa beserta tiga orang temannya, yakni saudara Sem, Dani dan Wahid sedang mengonsumsi minuman keras di dalam mobil angkot yang terparkir di Jalan Selat Sunda, tepatnya di depan toko Sinar Damai. Terdakwa menegur saudara Dani dengan kata-kata “kalau kamu pajak-pajak lihat orang jangan sembarangan, kalau ko tidak dengar saya cabut ko pu jenggot”. Saudara Dani pun menjawab iya kaka. Tak lama kemudian Sem dan Dani turun dari mobil lalu pulang ke rumah masing-masing. Terdakwa dan Wahid lalu menuju mobil taxi milik terdakwa. Sekitar pukul 15.00 WIT, datanglah teman korban memukul terdakwa dengan menggunakan kayu. Tak lama kemudian terdakwa turun dari mobil taxi miliknya lalu berkelahi dengan korban dan teman-temannya.

Tak mampu melawan korban dan teman-temannya, terdakwa lalu mencabut sebilah badik dan kemudian dengan sekuat tenaga menikamkan badik tersebut ke dada sebelah kiri korban sebanyak satu kali. Melihat peristiwa tersebut teman-teman korban langsung melakukan pelemparan batu hingga menyebabkan korban jatuh dan tak sadarkan diri.


Bagikan ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.