Puluhan warga Sulawesi Tenggara mendatangi Mapolresta Sorong Kota mendesak penangkapan pelaku pengeroyokan dan pembakaran WS (50).
Hukum & Kriminal

Masyarakat Harus Cerdas dan Bijaksana Bermedia Sosial

Bagikan ini:

SORONG,sorongraya.co- Menanggapi video hoax terkait penculikan anak yang menyebar luas di media sosial, advokat muda Peradi Sorong, Mardin menyampaikan bahwa masyarakat harus cerdas dan bijaksana dalam bermedia sosial.

” Sebaiknya setiap informasi yang didapatkan di medsos jangan langsung di upload atau disebarkan ke pihak lain melalui facebook dan whatsapp,” kata Mardin, Rabu, 25 Januari 2023.

Mardin menambahkan, sebelum menyampaikan informasi yang didapat kepada orang lain, harus dikroscek lebih dulu kebenaran dari informasi tersebut.

Advokat muda DPC Peradi Sorong, Mardin.

” Bila perlu melakukan klarifikasi kepada orang-orang yang dinilai berkompeten menyampaikan informasi,” ujar Mardin.

Sebelumnya, Kapolresta Sorong Kota Kombes Happy Perdana Yudianto menyampaikan, terkait informasi penculikan anak yang beredar luas di medsos adalah hoax.

Menurut Kapolresta Sorong Kota Kombes Happy Perdana Yudianto, yang berhak menyatakan bahwa informasi terkait penculikan anak itu benar adalah pejabat yang berwenang.

” Saya berharap bapak ibu sekalian dapat menjaga putera-puterinya ketika mau sekolah atau pulang sekolah agar segera berkoordinasi dengan pihak sekolah,” ujar Kapolresta.

Kapolresta Sorong Kota Kombes Happy Perdana Yudianto.

Bahkan Kapolresta menambahkan, pihaknya akan meningkatkan patroli pada saat jam anak-anak pulang sekolah.

” Mudah-mudahan Kota Sorong ini tetap terjaga keamanan dan ketertibannya. Saya juga butuh bantuan bapak dan ibu sekalian untuk bersama-sama menjaga Kota Sorong yang kita cintai ini semoga tetap damai, aman dan sejahtera,” kata Kombes Happy Perdana.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa Selasa kemarin tindakan main hakim sendiri dilakukan oleh beberapa orang terhadap WS (50), ibu paruh baya yang dicurigai sebagai pelaku penculikan anak.

Padahal wanita paruh baya yang baru beberapa hari di Sorong ini belakangan diketahui merupakan ODGJ. Kendati demikian, tindakan main hakim sendiri yang terjadi di kompleks Kokoda Km 08 tidak dapat dihindari.

Ibu paruh baya yang dibakar tersebut maninggal dunia setelah dilarikan ke RSUD Sele Be Solu Kota Sorong.


Bagikan ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.