Puluhan dokumen kampus diambil secara sepihak oleh mantan Ketua STIE Bukit Zaitun Sorong, Mayland Makalisang.
Hukum & Kriminal Metro

Ketua Yayasan Bukit Zaitun Sayangkan Pengambilan Dokumen Kampus Sepihak

Bagikan ini:

SORONG,sorongraya.co- Ketua Yayasan Bukit Zaitun Sorong, Jeckson Richard Jumame sangat menyayangkan tindakan sewenang-wenang atau sepihak yang dilakukan mantan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bukit Zaitun, Mayland Makalisang yang mengambil puluhan dokumen beserta sejumlah aset milik kampus.

Hal ini disampaikan Ketua Yayasan Bukit Zaitun Sorong, Jeckson Richard Jumame, Jumat, 13 Oktober 2023.

Dia meengaku, dengan adanya tindakan tersebut kampus STIE Bukit Zaitun merasa dirugikan. Apalagi yang melakukan adalah mantan Ketua STIE Bukit Zaitun Sorong.

Richard Jumame menambahkan, sebelumnya, saya sempat ke kampus Bukit Zaitun lalu melihat ada sejumlah polisi yang melakukan pengamanan.

Ketua Yayasan Bukit Zaitun Sorong, Jeckson Richard Jumame.

” Saya pun menanyakan Surat Perintah dari pimpinan. Setelah ditunjukan melalui handone lalu saya katakan bahwa nomor surat ini dari kampus Bukit Zaitun yang di duga dibuat oleh mantan ketua” kata Richard Jumame.

Bahkan Richard Jumame menduga mereka jika mantan Ketua STIE Bukit Zaitun Sorong dibantu sejumlah anggota polisi untuk memudahkan mengambil dokumen dan aset milik kampus.

Richard menyebut ada beberapa hal yanh seharusnya dipahami oleh mantan ketua STIE Bukit Zaitun Sorong. Pertama, kalau dia mau keluar ya keluar saja tanpa membawa dokumen kampus.

Kedua, paling tidak meminta izin kepada pengurus yang baru untuk mengambil barang milik pribadi.

” Kami mengerti hal itu, makanya pada waktu kami ganti semua kunci ruangan disaksikan oleh pihak Polsek Sorong Timur dan beberapa orang kampus. Setelah kunci diganti kami tutup, dan baru tafi dibuka,” ujarnya.

Nampak orang dekat mantan Ketua STIE Bukit Zaitun membawa puluhan dokumen yang kemudian diletakan di bagasi mobil mantan Ketua STIE Bukit Zaitun Sorong.

” Saya jadi bertanya-tanya untuk apa ibu May mengambil dokumen kampus,” tambahnya.

Richard menduga, mantan ketua mengambil dokumen kampus, termasuk didalamnya dokumen mahasiswa beserta aset kampus sengaja untuk menghambat proses perkuliahan.

” Biar bagaimana pun dokumen itu sangat olrh dibutuhkan kampus Bukit Zaitun Sorong,” ucapnya.

Kendati dokumen telah di ambil, kami langsung berkoordinasi langsung dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti).

Richard pun optimis bahwa dengan Ketua STIE dan Ketua Yayasan yang baru, meski harus merangkap dari nol, STIE Bukit Zaitun masih tetap eksis.


Bagikan ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.